Angel in Cage 2
Pagi hari
di sebuah rumah mewah yang megah…
“bangun..! bangun..!” teriak seorang pria tua buruk rupa sambil
mendorong-dorongkan kakinya pada tubuh mulus seorang bidadari yang
sedang terkulai lemas di bawahnya.
“ayo bangun..!” kembali Pak Empet mendorong kakinya lebih keras ke
punggung wanita cantik itu sehingga ia pun segera terbangun dari
tidurnya. ya.. bidadari cantik itu adalah Angel.
“auuh..auuwww…” jerit Angel saat dirinya terbangun
Selangkangannya masih terasa cukup sakit akibat siksaan Pak Empet pada
anus dan vaginanya kemarin. Ia memicingkan matanya sedikit berusaha
mendapatkan pandangan yang lebih baik karena dia baru saja bangun dan
kamar Pak Empet memang gelap sehingga sulit untuk mendapatkan cahaya.
Tak ada satupun celah ventilasi atau jendela terlihat di temboknya.
“tubuhmu kotor seperti pelacur habis digarap rame-rame, ayo! sekarang
waktunya memandikan anjing kesayangan..! hahahaha..” kata Pak Empet
cekikikan
Pak Empet kemudian menarik rantai kalung Angel lalu membimbingnya menuju
ke kamar mandi atas. Kamar mandi atas itu adalah kamar mandi yang
berada di kamar Angel dan Edwin. Setibanya disana Pak Empet lalu melepas
jeratan kalung anjing yang melilit leher Angel dan borgol yang mengunci
kedua pergelangan tangan Angel.
“ni gue bebasin lu cuman buat sementara waktu aja! Sekarang ayok masuk
ke bak mandi, trus idupin airnya buruan!” perintah Pak Empet pada Angel
Angel menuruti perintah Pak Empet tersebut setelah Pak Empet juga telah
masuk ke dalam bak mandi itu. Sebenarnya yang dimaksud Pak Empet bak
mandi adalah bathub. Maklum Pak Empet yang hanya seorang gembel rendahan
dari kampung tentu tidak mengenal benda yang tergolong mewah tersebut.
Air hangat mulai mengalir mengisi bathub itu saat Angel menghidupkan
kerannya.
“sekarang lu mandiin gue..!” perintah Pak Empet
Angel menjawabnya dengan anggukan lemah. Pak Empet membiarkan saja hal
itu. Angel mulai menuangkan sabun yang biasa dipakainya untuk berendam
ke dalam bathubnya. Kini tempat itu mulai berbusa. Aroma wangi semerbak
dari sabun mahal yang dituangkan Angel menghiasi ruangan tersebut.
Mencium aroma wangi sabun mahal tersebut otomatis membuat Pak Empet
langsung naik birahinya dan ingin segera menikmati keindahan tubuh indah
yang berada didepan wajahnya kini. Pak Empet mendekati tubuh pasrah
Angel. lalu dipeluknya tubuh itu hingga kedua payudara Angel menempel
pada dadanya. Ia lalu menempelkan bibir dowernya pada bibir Angel. Ia
menciumi bibir tipis itu dengan buas, lidahnya memaksa masuk ke dalam
mulut Angel. Wanita itu membuka mulutnya sedikit membiarkan lidah Pak
Empet berkuasa. Bukannya Angel menikmati atau menginginkannya, tapi ia
tau kalau ia tidak melakukan itu maka pria itu pasti akan menyiksanya
lagi. Kini seolah Angel sudah menyadari apa yang harus ia lakukan untuk
melayani dan memuaskan dahaga Pak Empet pada tubuhnya. Lidah Pak Empet
menyapu seluruh isi mulut Angel dengan liar. Ia menangkup lidah Angel
yang menjulur pasrah, mengulumnya dengan rakus bahkan menggigitinya
hingga membuat Angel mengerang terkejut. Sementara kedua tangannya
memegangi kepala Angel agar tetap tetap berada diposisinya. Lama juga
Pak Empet masih terus mengerjai bibir majikan mudanya itu. Lama-lama
Angel pun mulai terhanyut menerima olesan lidah kasar Pak Empet secara
terus-menerus pada lidah dan bibirnya. Ia pasrah saja membiarkan
mulutnya diobok-obok oleh lidah Pak Empet. Dalam hati kecilnya ia juga
menikmati perlakuan Pak Empet kali ini pada bibirnya. Terkadang Angel
juga menggerakan lidahnya untuk menyambut jilatan lidah Pak Empet dalam
mulutnya. Rasanya begitu geli dan hangat. Kedua lidah insan yang berbeda
jauh dari segi golongan dan kelas sosial itu bergumul hebat, lidah
mereka saling menjilat dan melumat seolah mereka sedang berusaha
bertukaran air ludah mereka masing-masing. Ludah mereka terus bertetesan
membasahi dada mereka yang kini saling menempel satu sama lain. Pak
Empet menarik bibirnya, terdengar suara kecapan yang cukup keras saat ia
menarik bibirnya dari bibir mungil Angel.
“bibir lu gurih banget sih moy, jadi makin kesengsem gua sama lu..” kata Pak Empet sambil cekikian.
Pak Empet lalu turun dari bathub itu, dia kemudian membaringkan dirinya
sendiri disamping bathub dengan kedua permukaan tangannya direkatkan ke
belakang kepalanya dan digunakan untuk menyangga kepalanya sambil kedua
kakinya mengangkang. Sementara penisnya mengacung tegak membuat Angel
sedikit bergidik ketakutan meski ini bukan pertama kalinya ia melihat
penis itu.
“sini! gosokin badan gue pake sabun lu..” kata Pak Empet melanjutkan.
Angel menuruti perintah tersebut. Dia lalu turun dari bathub, terlihat
wajahnya meringis menahan ngilu yang masih terasa di selangkangannya.
Angel mengambil sabun mahal yang biasa dipakainya mandi. Dia membukanya
lalu menuangkan isinya ke permukaan tangan halusnya, lalu mengosokan
tangannya.
“ahh kelamaan, udeh lu tuangin aja sabunnya kebadan gue trus lu gosokin badan gue!” bentak Pak Empet tak sabar.
Kembali Angel mematuhi perintah tuannya dengan patuh. Dituangkan sabun
itu keperut buncit Pak Empet, kemudian Angel duduk disebelah Pak Empet
yang sedang terbaring mengangkang, ia lalu meratakan sabun cream itu
dengan kedua tangannya pada perut Pak Empet lalu mulai menggosoknya.
sabun yang dituangkan di perut Pak Empet cukup banyak, ia lalu
meratakannya hingga ke dada Pak Empet sampai ke bagian ketiaknya yang
terbuka. Angel menggerakan tangannya dengan lembut tetapi kuat seperti
gerakan memijat. Ia menggerakan tangannya dengan luwes meskipun
tangannya bergetar ketakutan. Dia berniat membersihkan tubuh Pak Empet
sebersih-bersihnya agar ia tak perlu mencium bau busuk dari tubuh Pak
Empet lagi, setidaknya untuk hari ini saja. setelah beberapa waktu
kemudian Angel kembali mengambil botol sabunnya dan menuangkannya isinya
di paha dan lutut Pak Empet yang mengangkang. Ia lalu menggosok paha
Pak Empet hingga bagian dalamnya sekitar anus dan buah pelir Pak Empet
lalu dilanjutkan terus turun hingga ke kakinya.
“sayang, gimana menurut mu kontolku?” Tanya Pak Empet santai.
Angel hanya diam saja mendengar kalimat itu. Ia tau Pak Empet berusaha
melecehkannya lagi dengan berusaha membuatnya mengatakan hal-hal yang ia
tidak inginkan. Wajahnya terlihat kebingungan sementara tangannya masih
menggosok daerah kaki Pak Empet.
“kok diem aja sih lu?.. hemmmmm pagi-pagi gini mlintir susu sapi enak
kali ya.. suara jeritannya… wuaahhhh pasti mantap..” kata Pak Empet
santai dengan nada menyindir dan senyum licik menyungging di wajahnya.
Angel pun langsung tau bahwa itu adalah ancaman untuknya, ia teringat
saat Pak Empet memelintir dadanya kemarin, rasanya sungguh perih tak
tertahankan. Angel ketakutan, ia bingung bagaimana harus menjawab
perkataan Pak Empet soal penisnya tadi.
“mmm.. penis tuan besar dan panjang” kata Angel lirih, hanya itu kata
yang terpikirkan dalam otaknya untuk menjawab pertanyaan Pak Empet.
“hahaha..” Pak Empet tertawa. “gimana, lu suka kan?” kata Pak Empet melanjutkan. Wajahnya terlihat sangat mesum saat itu.
Angel langsung mendelik, ia kaget sekaligus bingung mendengar pertanyaan
itu. Pertanyaan Pak Empet tadi jelas ditunjukan untuk melecehkannya.
Dengan berlapang dada dan pasrah, Angel mengangguk pelan.
“iya tuan, saya suka.” jawab Angel dengan wajah yang terlihat terpaksa.
Pak Empet pun memperhatikan wajah Angel saat menjawab dengan geram, ia
seolah tak terima dengan ekspresi wajah Angel saat menjawabnya. Ia
merasa tersinggung dengan sifat Angel tersebut. Tangan Pak Empet lalu
meraih wajah Angel yang saat ini masih sibuk menggosoki kakinya, ia
mengelusnya pelan sambil menatap wajah Angel dengan wajah yang terlihat
menahan murka. Angel diam saja sambil terus melanjutkan pekerjaannya,
tapi ia merasa sangat gugup dan ketakutan dengan tatapan mata Pak Empet
yang terlihat sangat mengerikan baginya, seperti tatapan seekor harimau
yang akan menerkam mangsa!. Tubuhnya sedikit bergetar karna takut dan
Pak Empet dengan jelas bisa melihat dan merasakan ketakutan Angel saat
itu.
“sumpah, habis ini gue bakalan abisin lu kalo lu masih ga bisa
ngehormatin gua! Lu tadi bilang suka kontol gue tapi lu ngucapinnya
keliatan terpaksa! Gue pengennya lu ngucapin pake muka tulus! Senyum
kaya biasanya, brengsek lu!” Pak Empet mengucapkannya dengan pelan namun
nadanya terasa begitu murka
Pak Empet memang begitu murka saat itu, sepertinya ia benar-benar
tersinggung dengan penolakan Angel barusan. Ia lalu berdiri, diraihnya
kepala Angel bagian belakang lalu kemudian ia memutar kepala Angel
hingga menghadap bathub yang berada di depannya. Ia menjambak rambut
Angel dengan cukup kuat
“aaaaaaaagghhhhhh..!!!!” jerit Angel yang merasa sakit akibat jambakan kasar pria itu
Sekilas timbul perasaan menyesal yang amat dalam pada dirinya sendiri,
kenapa ia tadi tidak mengucapkan kalimat itu dengan wajah yang tulus…
ohh tidak, itu bukan salahnya, ia harusnya menyesali semua ini, kenapa
ia bisa sampai menjadi budak rendahan dari pria tua yang seharusnya
menjadi kacungnya itu! sejenak ia merasa menyesal pernah dilahirkan di
dunia ini… malang sekali…
“aahhh.. lepasin Pak...sakit” erangnya
“mampus lu, makannya jadi orang tau diri!” bentak Pak Empet sambil melepaskan jambakannya pada rambut panjang wanita itu.
Pak Empet memandangi tubuh mungil bidadari muda itu dengan perasaan
marah yang bercampur gemas. Dia hampir meninggalkan tubuh mungil
majikannya. Tapi karena melihat Angel tampak begitu lemah dan tak
berdaya timbul niatnya untuk kembali menyiksa tubuh mungil majikannya
itu. Kembali, tua bangka bejat itu memecuti punggung mulus Angel dengan
sabuk kulit yang dibawanya.
“Aaaawww...jangan Pak....aahhh...ampun!!” menerima pecutan pria itu pada
punggungya, Angel hanya bisa menangis dan menjerit-jerit kesakitan, ia
berusaha melawan namun sama sekali tak ada gunanya, terlihat sekali
betapa jauh perbedaan kekuatan di antara mereka.
Tubuhnya tersungkur kelantai dan semakin terpepet ke pinggiran bathub.
Sekarang entah bagian tubuh mana saja yang terkena pecutan Pak Empet
dengan posisi seperti itu. Setelah beberapa lama kemudian Pak Empet
menghentikan pecutannya. ia masih memandangi tubuh bidadari yang kini
terkapar meringkuk dengan wajah penuh emosi. Bidadari itu sudah berhenti
berteriak dan meraung, suara tangisannya pun terdengar padam. Tampaknya
ia benar-benar sudah tak berdaya akibat penyiksaan yang dilakukan
kacungnya barusan. Nafasnya terengah-engah.
“dasar lonte sialan..” kata Pak Empet sambil mengambil sabun mandinya.
Ia lalu kembali melanjutkan mandinya sendirian. Sementara tubuh mulus
bidadari itu masih meringkuk lemah di samping bathub dengan penuh bekas
pecutan memerah. Setelah selesai ia lalu mengambil handuknya lalu
kemudian menggunakannya untuk mengeringkan tubuhnya.
“sampai kapan mau tiduran terus kaya gitu! Buruan lu lanjutin mandi lu,
gue tunggu lu diluar! Gertak Pak Empet sambil memunguti kalung dan
borgol Angel lalu berjalan keluar.
Ia meninggalkan tubuh Angel yang sudah tak berdaya di kamar mandi
sendirian. Sekuat tenaga Angel berusaha bangkit dan meneruskan mandinya.
Tak lupa ia juga menggosok giginya seperti biasa. Setelah selesai dan
mengeringkan tubuhnya Angel lalu keluar, ia berjalan gontai dengan kaki
masih mengangkang dan sedikit sempoyongan karena tubuhnya terasa sakit
dan lemas.
Ia sedikit kaget saat melihat Pak Empet sudah menunggunya di kamar
dengan kondisi sudah telanjang. Ia sebenarnya sudah menduga kalu Pak
Empet menunggunya di luar, tapi tetap saja ia merasa terkejut, semua
penyiksaan dan pelecehan Pak Empet kepadanya membuatnya trauma sehingga
selalu membuatnya ketakutan saat melihat sosok Pak Empet. terlihat Pak
Empet membawa sebuah mangkuk berisi bubur dan segelas susu yang
diletakan di samping ranjang tempat Pak Empet duduk.
“sini makan nih udah gue bikinin bubur buat lu..”
Angel lalu berjalan tertatih menghampirinya.
“duduk”
“iya tuan..”
“giliran gue suapin lu sekarang..” kata Pak Empet sambil tersenyum-senyum. “buka mulut lu..”
Angel pun menurutinya, dia membuka mulutnya tiap si pria tua itu
menyuapinya. Angel memang selalu menyiapkan stock bubur siap saji yang
bisa dibuatnya dengan mudah untuk cemilan di dapurnya agar tidak repot
jika sedang malas masak dan bosan dengan makanan delivery. Pak Empet
masih terus menyuapi majikannya tanpa melakukan hal-hal kasar atau
pelecehan seperti sebelumnya. Hanya saja Pak Empet menyuapi Angel dengan
sedikit terburu. Angel merasa sedikit lega karna ternyata pria tua itu
masih mempunyai sedikit perasaan lembut dan belas kasihan padanya,
paling tidak untuk saat itu. Ia bisa merasa tenang walaupun hanya
sejenak, itu lebih baik daripada tidak sama sekali. setelah menghabiskan
buburnya, Angel lalu kemudian juga menghabiskan segelas susu yang
disodorkan Pak Empet padanya. Sebenarnya ia sedikit merasa curiga
kalau-kalau pria tua itu mengerjainya dengan memasukan sesuatu kedalam
makanannya, tapi yasudahlah.. ia sudah tak punya pilihan lain, tubuhnya
sudah sangat lapar dan meminta untuk segera diisi. Dengan lahap ia
meneguk susu itu.
“terimakasih tuan makanannya..” kata Angel lirih setelah meneguk habis susunya
“udeh sana lu dandan dulu, pake parfum yang banyak! Pokoknya lu musti
tetep rawat badan lu biar gue ga bosen sama badan lu, biar lu tetep bisa
ngrasain kontol gue juga.. sama-sama enak kan..hahahaha..”
“gue mau ke dapur cuci ini dulu.. bukannya gimana-gimana.. gue cuman ga
pengen aja tangan lu jadi kasar gara-gara keseringan cuci piring, biar
lu tetep bisa nyervis kontol gue pake tangan mulus lu setiap hari!
hahahahaha..” seru Pak Empet sambil tertawa lebar
Pak Empet pergi keluar kamar meninggalkan Angel sendirian. Angel
berjalan menuju cermin besar yang terdapat di samping ranjangnya. Dia
segera berdandan merias diri seperti yang diperintahkan Pak Empet. dia
menyisir merapikan tiap helai rambutnya yang halus dan sangat wangi. dia
memakai deodorant dan menyemprotkan parfum mahal koleksinya pada tubuh
indahnya. Dia juga merias wajahnya sendiri dengan menggunakan make up
mahal yang biasa ia gunakan. Ia merias wajahnya seperlunya saja, tapi
itupuun sudah bisa membuat wajah Angel terlihat sangat cantik layaknya
bidadari idaman semua pria. Ia menatap wajahnya sendiri, ia mengagumi
kecantikan wajah dan tubuhnya sendiri untuk sejenak. Sempat muncul
sedikit rasa penyesalan dalam hatinya memiliki wajah dan tubuh seindah
itu, coba kalau tidak.. dia tidak perlu mengalami nasib buruk seperti
sekarang ini, menjadi budak sex pribadi seorang pria tua bejat yang tak
lain tak bukan adalah seorang pembantu di rumahnya sendiri! Setelah
beberapa lama kemudian Pak Empet kembali masuk kamar menemui Angel.
wajahnya terlihat sangat mesum saat melihat tubuh telanjang Angel yang
masih terlihat ‘segar’ karna Angel barusaja merias wajahnya menggunakan
make up mahalnya dan membuatnya terlihat sangat anggun dan cantik,
apalagi saat ini tubuhnya telanjang tanpa ada sehelai benang pun yang
menutupi keindahan tiap lekuk tubuhnya, ditambah aroma tubuh Angel yang
sangat menggairahkan semua kaum pria saat menciumnya membuat Pak Empet
semakin kegirangan. Terlihat senyum licik menyungging di wajahnya.
“aduh kamu cantik dan sexy banget sayangkuu..!” kata Pak Empet gemas sambil mencubit dada Angel dengan gemas.
“aachhh..” desis Angel lirih.
Tubuhnya langsung merinding menerima cubitan itu pada kulit payudaranya.
Gesekan kulit mulusnya dengan kulit tangan Pak Empet yang sangat kasar
menimbulkan sensasi kegelian tersendiri. Bulu-bulu romanya serasa
berdiri dan tubuhnya serasa merinding, saat itu Pak Empet mencubit
dadanya dengan gemas tapi tidak kasar seperti biasanya sehingga Angel
pun bisa sedikit menikmati sensasinya.
“nih pake ini lagi.. habis ini jangan lupa minum obat yang kemaren gua
kasih..” kata Pak Empet sambil berusaha memakaikan kalung anjing itu
lagi lalu dilanjutkan dengan borgolnya.
Angel menurutinya pasrah. Dia tau tak ada lagi gunanya melawan, dia
hanya bisa pasrah sambil menunggu mungkin suatu nanti akan ada keajaiban
yang menolongnya lepas bebas dari tua bangka bejat itu untuk
selama-selamanya. Setelah itu Pak Empet membawa majikan mudanya
kekamarnya untuk meminum ketiga obat yang ia berikan kemarin. Lalu
kemudian setelah itu kembali mengikatnya ditembok kamarnya seperti
kemarin. Saat itu Pak Empet sudah memakai pakainnya, ia memakai celana
jeans panjang dan kemeja lengan pendek yang sedikit lusuh.
“lu baik-baik disini ye, gue pinjem mobil lu sebentar buat jalan-jalan..hehehehehe..”
“Glek!” Pak Empet menutup pintu lalu meninggalkan tubuh Angel sendirian
di kamarnya dengan kondisi yang tidak berdaya. Angel hanya bisa mendesah
lirih sambil tatapannya sayu saat Pak Empet meninggalkannya. Ia sedang
meratapi nasibnya sendiri, menjadi seorang budak jongosnya sendiri. Dia
benar-benar terpukul. Air matanya kembali meleleh saat mengingat betapa
menyedihkannya dirinya kini yang sudah tak berharga lagi di depan
pembantunya yang kini berubah menjadi tuannya. Sementara itu Pak Empet
sedang asyik-asyiknya berkeliling ibukota dengan menggunakan mobil mercy
milik Angel. Pak Empet memang mempunyai keahlian menyupir sehingga dia
bisa mengendarai mobil mewah itu dengan mudah. Dia berjalan-jalan
menyusuri tiap sudut ibukota yang terlihat menarik baginya, ia sungguh
merasa percaya diri saat memasuki tempat-tempat yang ia kunjungi,
bagaimana tidak, dompetnya tebal penuh berisi uang ratusan ribuan yang
masih baru dan kartu kredit Angel yang kini sudah dikuasainya. Ditambah
mobil mewah yang digunakannya saat itu bisa membuat seseorang yang
menaikinya merasa sangat bangga dan percaya sendiri bahkan sombong. Tapi
sebenarnya kebanyakan orang yang melihat Pak Empet turun dari mobil itu
adalah normal, mereka berpikir bahwa Pak Empet hanyalah sopir biasa
yang sedang ngeksis saja dengan mobil majikannya. Ya! Semua orang yang
melihatnya juga pasti berfikir seperti itu. Tak terasa waktu sudah
beranjak sore, langit juga juga mulai terlihat gelap. Sementara itu
langit terlihat mendung menandakan akan segera turun hujan. Saat itu Pak
Empet sedang melintasi kawasan jalanan yang cukup sepi diwilayah
pinggiran Jakarta pusat. Tiba-tiba Pak Empet merasa mobilnya sedikit
oleng, ia merasa ada sesuatu yang aneh di bagian bawah. Kemudian ia
menghentikan mobilnya lalu turun untuk mengechecknya.
“brengsek! Bannya bocor! Mana gue ga bisa ganti ban lagi, udah mendung
juga.. aduh gimana nih…” keluh Pak Empet, wajahnya terlihat panik dan
kebingungan.
Saat Pak Empet sedang bingung tiba-tiba sebuah tepukan mendarat dibahunya, ia pun melonjak kaget.
Rupanya seorang tukang ojeklah yang menepuk bahunya, tukang ojek itu masih berada di atas motornya saat menyapa Pak Empet.
“woi kenapa bos mobilnya, bocor ?” tanya tukang ojek itu dengan suara serak.
Pak Empet menoleh ke belakang. “iya nih bos, lu bisa ganti ban gak? Tuh
di bagasinya ada ban serepnya kok.. ntar gue bayar tenang aja..”
“wih gaya lu bos, sok sok mau bayarin sgala.. baru pake mobil majikan
aja udah belagu, tanggung kalau cuman mobilnya aja yang dipake, sekalian
dong sama majikannya.. hahahaaha..” kata tukang ojek itu dengan nada
bercanda sambil tertawa
“Sori nih bos gua kaga ngarti yang beginian, lu bawa aja ke bengkel
motor di belokan itu, cuman deket kok.. nggak nyampe 100 meter dari
belokan… oke gua tinggal dulu yee..udah mau ujan nih..” sambung tukang
ojek itu sambil menepuk bahunya lagi lalu beranjak pergi dengan terburu.
Pak Empet mengangguk lalu kembali masuk ke mobil dan kembali
menghidupkan mesinnya. Mobil itu masih sanggup berjalan beberapa ratus
meter walaupun bannya bocor, Pak Empet mengendarainya dengan perlahan.
Dari kejauhan terlihat ada sebuah gubuk yang memang terlihat seperti
bengkel pinggir jalan pada umumnya. Jalanan itu memang sepi, tak ada
satupun bangunan di sekitar situ kecuali bengkel itu. Akhirnya ia sampai
juga. Pak Empet lalu turun, dia memperhatikan bengkel itu begitu juga
dengan orang-orang yang berada di sana. Terlihat hanya ada 3 orang
ditempat itu, yang satu sedang mengotak-ngatik sebuah motor bebek yang
sudah tampak tak layak layak pakai lagi. sementara 2 orang lainnya
sedang duduk-duduk sambil meminum sesuatu di sebuah kursi panjang yang
berbentuk seperti ‘amben’ di sana. Juga terdapat 2 becak reot disana,
sepertinya orang yang mengotak-atik motor itu adalah pemilik tempat ini
dan itu adalah motornya sendiri karna Pak Empet tak melihat ada orang
lain selain ketiga orang tadi. Dan 2 orang yang sedang duduk berbincang
itu adalah tukang becak yang sedang mampir, mungkin mereka bertiga
adalah teman akrab. Batin Pak Empet yang sepertinya sudah mulai
mengerti.
“ada yang bisa dibantu bro?” kata sang pemilik bengkel itu santai karna
ia menganggap Pak Empet adalah seorang sopir saja, seorang yang kelas
sosialnya tak jauh beda dengan dirinya. Ia masih sibuk dengan motor
bututnya saat menanyakan itu.
“gini nih bang, mobil majikan gue bocor nih.. ada ban serepnya, tapi gua
kaga bisa gantinya.. abang nih bisa gantinya nggak? Kalo bisa tolong
gantiin ye..” kata pak Empet menjelaskan
“ohh itu sih gampang bro, mane ban serepnya?” kata orang itu sambil mendekati Pak Empet.
Pak Empet lalu menunjukannya, pria tua pemilik bengkel yang bertubuh
kurus itupun segera mengambilnya dan segera menunjukan keahliannya.
“udeh duduk dulu aja coy, minum dulu coy!” kata seolah seorang pria
tukang becak itu sambil menunjukan botol yang sedang dipegangnya ke atas
seolah sedang mengajak bersulang. Rupanya yang diminum 2 orang tukang
becak itu adalah miras! miras murahan tentunya. Salah seorang tukang
becak itu berbadan kurus sama seperti si pemilik bengkel itu, sedangkan
tukang becak yang satunya berbadan gemuk dengan perut buncit mirip
seperti Pak Empet. mereka bertiga berkulit hitam legam, berpenampilan
lusuh dan wajahnya tak beraturan jauh dari kata tampan persis seperti
Pak Empet. sepertinya mereka adalah satu golongan, sama-sama berasal
dari golongan rendahan yang selalu hidup tersingkirkan dari dunia ini
dari orang-orang yang memiliki kantong lebar.
“wah lagi asyik nih kayanya..boleh dong gabung..” kata Pak Empet menjawab
“iya ayok buruan gabung sini coy...!”
Pak Empet lalu duduk disamping mereka, tapi dia tidak ikut minum. Dia
anya memperhatikan saja sambil ikut tertawa. Terlihat beberapa botol
yang masih belum dibuka tergeletak di atas ‘amben’ itu. Sementara itu
pemilik bengkel itu masih sibuk mengerjakan tugasnya.
“uaaahh..! gile tadi pas dijalan gue liat ada amoy, wuiihhh… bodynyaaa…
gila coy, mulus banget! Putih kaya susu sapi! Hahahaa.. kapan yee kita
bisa nyicip yang begituan… cekcekcek… gue pengen banget tuh remes-remes
susunya trus gue kenyot putingnya ampe kempot… bayangin aja nanti
rintihan amoynya, ahhh…iihhh..uhhh..ooohhhhhhh…ampun bang kontol abang
kegedean..atit…buahahahaa” kata tukang ojek yang bertubuh kurus itu
sambil menirukan suara seorang wanita ketika sedang disetubuhi dengan
nada melecehkan. dia pikir suaranya sudah cukup mirip dengan wanita yang
sedang tak berdaya saat sedang disetubuhi. Ia tertawa lepas
“hahahaha.. kenape kaga lu perkosa aje yok.. orang kaya kita ini ga
bakalan bisa nidurin amoy kalo nggak kite perkosa dulu, mana amoynya,
perkosa aja trus kalo udah selesai kita bunuh.. ntar mayatnya kita
potong-potong habis itu kite makan rame-rame coy! Daging amoy pasti
rasanya gurih kaya memeknya! Bwahahahhaa..!” balas seorang tukang becak
satunya. Mereka semua tertawa termasuk Pak Empet saat mendengar itu.
“woi tanggung jawab dong kalian! Liat nih tombak gua ampe ngaceng gini
gara-gara ocehan kalian!” seru si pemilik bengkel itu sambil menunjukan
selangkangannya yang saat itu hanya menggunakan celana pendek saja.
Terlihat tonjolan yang berukuran cukup besar di bagian tengahnya.
“alah.. nih, ngga ada memek, botolpun jadi. hahaha” Kata tukang becak
tambun itu sambil menunjukan botol miras kosong yang isinya telah habis
diminum mereka berdua.
Sementara Pak Empet hanya bisa memperhatikan saja sambil cekikikan.
“brengsek lu, emang lu pikir kontol gue sama kaya punya lu apa! Cuma
seuprit doang kaya sedotan! Mana muat kalo lubangnya cuman segitu
doang.” Balas si pemilik bengkel itu sambil berdiri. “udeh beres nih
bro, gua kasih gratis dah buat lu mumpung hari ini gua lagi baik hati,
tuh buktinya Waluyo sama Giman aja gua traktir” sambung pemilik bengkel
itu sambil menunjuk si tukang becak yang berbadan kurus lalu menunjuk si
gemuk.
“oiya kenalin, gua Supri bro.. mereka berdua ini bisa dibilang anak buah
gua.. lu siape?” kata si pemilik bengkel sambil mendekati Pak Empet
“nama gue Empet bro, salam kenal ye semuanye..” jawab Pak Empet santai
“wah jadi kaga enak nih gua udah ngrepotin gini masa dikasi gratisan..
mmmm.. ya udah gini aja deh, nih kan udah sore, langit juga udah
mendung.. tutup aje bengkel lu.. gimana kalo kalian nginep di rumah
majikan gue malam ini, disana asyik lho.. mau apa aja juga ada.. dijamin
mantap deh.. becak sama motor kalian masukin aja ke dalem biar ga
ilang.. “ kata Pak Empet menjelaskan
“wah serius lu? jadi majikan lu lagi pada ga ada dirumah? yaudah ayok
sekali-kali gapapa kan nginep di rumah orang kaya.. kita bisa minum
sepuasnya disana.. hahaha” kata pak Giman antusias
“gua setuju!” timpal Waluyo semangat
“wah ide bagus tuh, ehh majikan lu cantik nggak? Gua mau ambil bekas
CDnya.. buat alat bantu kalo lagi coli laah.. hahaha” kata pak Supri
yang diikuti dengan tawa teman-temannya.
“ahh gampang kalo soal itu, kalian ikut aja dulu deh.. sekarang cepet beresin dulu motor sama becak lu lu pade!”
Akhirnya pak Supri pun segera bergegas merapikan gubuknya, motornya
dimasukan dan disimpan di dalam gubuk itu begitu juga dengan kedua becak
milik kedua temannya. Mereka sudah bersiap, Pak Empet lalu mengajak
mereka bertiga masuk ke dalam mobil mewah itu dan bergegas pergi
meninggalkan tempat itu. Tak lupa mereka membawa serta botol-botol
minuman keras murahan mereka bersama mereka. Di dalam mobil mereka
saling bercanda lepas, mereka berbicara hal-hal jorok dan amoy. Tapi Pak
Empet sama sekali tidak membicarakan soal Angel saat mereka saling
bercanda lepas khas bercandaan orang-orang kampung yang pada umumnya
pembicaraan mereka menjorok pada hal-hal jorok dan amoy. Diperjalanan
hujan pun mulai mengguyur kota itu, berawal dari gerimis hingga semakin
kencang lalu menjadi hujan lebat. Suara petir menyambar dimana-mana
terdengar begiu mengerikan. Sementara itu Angel merasa sangat ketakutan
berada di dalam kamar Pak Empet yang sangat gelap karena mendung dan
hari memang sudah mulai beranjak malam. Ditambah suara petir yang terus
menyambar selalu saja bisa membuatnya kaget hingga menambah suasana
semakin menyeramkan. Jantungnya berdegub sangat kencang. Karna sangat
ketakutan, Angel merasa seperti mendengar suara-suara aneh dari balik
pintu kamar Pak Empet yang sebenarnya hanya merupakan halusinasinya
saja. Sejenak dia ingin agar Pak Empet untuk segera pulang, lagi pula
perutnya sangat lapar, ia ingin meminta makanan pada Pak Empet untuk
mengisi perutnya. Akhirnya hujan semakin menjadi, angin juga berhembus
sangat kencang disertai suara petir yang terus menyambar menambah kesan
dramatis pada malam itu. Akhirnya, pukul 06.30 rombongan Pak Empet tiba
juga di depan rumah Angel, salah seorang dari mereka turun dari mobil
lalu berlari menuju ke arah gerbang untuk membukanya, setelah mobil Pak
Empet masuk lalu orang itu yang ternyata adalah pak Waluyo segera
menutupnya kembali lalu berlari mengikuti mobil itu kearah garasi.
“wah sialan.. gua jadi basah kuyup nih..” kata pak Waluyo sambil memeras bajunya sendiri yang masih menempel pada tubuhnya.
“udeh lu tenang aja Yo, ayok kita masuk dulu aja..” kata Pak Empet mempersilahkan seolah dialah tuan rumahnya.
Mereka masuk ke dalam rumah itu, penampilan mereka terutama Pak Supri ,
Giman, dan Waluyo terlihat sangat kontras dengan kondisi dalam rumah
mewah yang sangat rapi dan berkelas itu. Mereka terlihat seperti lalat
kotor yang menempel pada sebuah ice cream mahal. Mereka bertiga berdecak
kagum melihat intrerior rumah tersebut, otak mereka langsung
meresponnya dengan membayangkan bagaimana jika seandainyamereka memiliki
rumah mewah sama persis seperti ini. satu persatu lampu dalam rumah
Angel dan Edwin itu dihidupkan oleh Pak Empet.
“uwaahh.. gila..! rumah apa istana nih.. mewah amat.. rumah gua aja kalo
dijual paling juga ga lebih mahal dari pintunya hahahaha..” kata pak
Giman sambil tertawa terbahak begitu juga dengan yang lain.
“nih beneran majikan lu kaga ada di rumah kan..?” Tanya pak Supri berusaha memastikan
“kalo yang laki sih iye, tapi kalo yang cewe ada.” Kata Pak Empet santai
“hah? Serius lu?!”
“iya.. tapi tenang aja.. dia udah jadi gundik gue kok.. “ jawab Pak Empet sambil cekikikan
“gundik? Serius lu? wah gile lu! mane coba gua pengen liat, “ mereka
bertiga begitu terkejut dan sedikit tidak percaya saat mendengar
perkataan Pak Empet tadi. Mereka pikir Pak Empet hanya sedang bergurau
saja.
Mereka tiba di depan pintu kamar Pak Empet
“nih dia ada dikamar gue, nih amoy bodynya mantep bener coy! Pengantin
baru! Kulitnya… wauuuwwww muluss…!!! Putting sama memeknya aja warnanya
pink bener-bener kaya bidadari turun dari surge.. umurnya baru 20 tahun,
wuaahh mantap deh pokoknya!!” Pak Empet sangat antusias saat
menjelaskannya.
Mereka bertiga yang mendengar itu jantungnya berdegub kencang, jika yang
dikatakan Pak Empet itu tadi benar, di dalam hati mereka timbul
perasaan seolah iri dan bertanya-tanya kenapa bukan mereka yang mendapat
kesempatan seperti Pak Empet bisa meniduri wanita seperti itu. Pak
Empet membuka pintu kamarnya lalu menyalakan lampunya. “Glek!” Angel
terbelalak begitu juga dengan ketiga pria tua lusuh yang menatapnya
kini. Mata mereka bertiga melotot seolah mau lepas, mereka benar-benar
tak percaya dengan pemandangan yang berada di depan mereka, seorang
bidadari tergolek lemas tak berdaya denga kalung anjing melilit lehernya
dan kedua tangannya terborgol ke belakang! Seketika itu penis dari
masing-masing ketiga pria tua itu langsung mengacung berdiri tegak
menantang seolah ingin segera mencari pelampiasan.
“si..siapa kalian..” desis Angel lirih karna sungguh terkejut.
Ia melihat wajah Pak Empet menyeringai kejam. ini pasti teman-teman Pak
Empet, ia benar-benar tak menyangka Pak Empet akan melakukan ini
padanya. Ia bergetar ketakutan. Selain itu udara memang sangat dingin
dan menusuk malam itu.
“ckckckck.. jadi ini majikan lu Pet. Wahwah kalo gini mah siapa yang nggak betah kerja disini.” Kata pak Supri cengengesan
“wah gila lu Pet, lu apain ini pake borgol sgala.. ckckckckck anjing lu
emang galak ya? Hahahaha” timpal pak Waluyo yang terbahak
“udeh, ini buat kita kan Pet? Boleh kan kita pake? “ kata pak Giman ikut
menimpali sambil meloloskan baju dan celananya sendiri lalu
melemparkannya seolah tak sabar ingin segera menancapkan batang
kemaluannya di liang vagina Angel.
Melihat pak Giman hanya tinggal menggunakan CD saja membuat Angel
bergidik panik, perutnya buncit dan kulitnya hitam legam persis seperti
tubuh Pak Empet. ia semakin panik saat melihat kedua rekan pak Giman
juga ikut melepaskan pakaian mereka masing-masing hingga hanya
menyisakan CDnya saja.
“ayok saatnya kita main genjot-genjotan sama amoy teman-teman!” seru pak Supri yang diikuti tawa teman-temannya.
“ehh tunggu dulu..” sahut Pak Empet
Pak Empet lalu mendekati Angel yang sedang ketakutan. Ia melepaskan
kalung anjing yang melilit pada lehernya dan juga borgolnya. Pak Empet
lalu meraih lengan Angel dan menariknya berdiri.
“jangan disini bro, kalian mainnya di atas aja.. di kamar dia biasa main
sama suaminya.. hahaha..” kata Pak Empet sambil menarik Angel keluar
kamar menuju kamar atas yang biasa ia gunakan bersama suaminya.
Mereka bertiga pun mengikuti Pak Empet dan Angel. tiba juga mereka di
ruangan tersebut. Pak Empet lalu melemparkan tubuh Angel ke arah ranjang
yang ada di sana.
“tolong jangan pak.. ampuni saya..” Angel menangis tersedu-sedu, dia
kebingungan bagaimana harus memohon agar dilepaskan. Tapi ia tau, itu
tidak akan ada gunanya, mereka tidak akan peduli dan akan tetap
memperkosanya dengan brutal dan tanpa ampun.
Angel bergidik, tubuhnya yang bergetar terlihat jelas dan ekspresi
wajahnya yang sangat ketakutan dan panik menjadi kenikmatan tersendiri
bagi keempat pria tua buruk rupa itu. Sensasi liar berkobar-kobar dalam
diri mereka, ingin rasanya mereka ‘memeras’ tubuh wanita cantik itu
habis-habisan sampai ia tak berdaya lagi atau mungkin sampai mampus, dan
itu akan bisa menjadi kepuasan tersendiri bagi mereka yang hanya
seorang gembel rendahan bisa ‘menghabisi’ wanita secantik Angel yang
berasal dari kalangan atas. Mereka berempat cekikikan, senyum lebar
menyungging diwajah mereka. bagi mereka khususnya pak Supri , Waluyo dan
Giman ini adalah hal yang pualing menyenangkan yang pernah ada di dunia
ini selama mereka hidup. Mereka berkesempatan ‘mengeksekusi’ seorang
bidadari seperti Angel sepuas hati.
“udeh kalian nikmatin aja nih betina satu ini, gua ngga ikut.. gua mau nonton TV aja ntar ada bola soalnya..hehehehe”
“hah? Serius lu? wah tengkiu dah bro!” seru Waluyo dengan sangat riang sambil sok menggunakan bahasa asing
“ahahaha lu pasti udah bosen sama ni amoy gara-gara keseringan lu garap kan..” timpal Giman
“wah ga mungkin kalo dia ampe bosen ama ni amoy, amoy beginian mah mau
dipake berapa kali aja juga ga bakalan bosen gua..ahahaha” celoteh pak
Supri kegirangan
“pokoknya kalian nikmatin aja deh sepuasnya, gue keluar dulu yee..” kata
Pak Empet keluar kamar sambil menutup pintunya. Tinggalah di ruangan
itu 3 monster buruk rupa yang siap mengeksekusi seorang bidadari muda
nan sangat sangat cantik yang sedang tak berdaya di depan mereka.
“ayo langsung aja kita habisin nih amoy ini” kata pak Supri sambil membuka celana dalamnya sendiri.
Kedua rekannya mengikutinya membuka celana dalam mereka masing-masing.
Tubuh mereka terlihat sangat dekil, terutama tubuh pak Supri yang sedari
tadi belum mandi sehabis menghabiskan waktu dibengkelnya. Kontras
dengan tubuh Angel yang sangat putih mulus dan terlihat sangat
menggiurkan itu. Kontol mereka berukuran cukup besar, dengan diameter
antara 15 cm – 17 cm. sepintas penis mereka terlihat sama, namun jika
diperhatikan lebih detail penis pak Supri lah yang paling panjang
sedangkan milik Waluyo lah yang paling besar. Terlihat tonjolan urat
mengelilingi penis hitam mereka yang menambah kesan ‘sangar’, dan juga
rambut kemaluan mereka bertiga terlihat begitu lebat berbeda dengan
milik Pak Empet yang hampir tak memiliki jembut. Angel terlihat sangat
panik melihat tubuh mereka terutama bagian selangkangan mereka yang
begitu menakutkan bagi Angel. penis itu begitu besar dan tidak hanya
satu tapi tiga! Dan semuanya akan saling bergiliran memaksa masuk ke
dalam vaginanya bahkan mungkin ada yang memaksakan masuk ke anusnya!
Angel benar-benar panik, digarap oleh satu orang seperti Pak Empet saja
sakitnya luar biasa apalagi ketiga monster biadab ini yang mungkin lebih
brutal daripada Pak Empet. Belum lagi kini perutnya sangat lapar, Pak
Empet baru memberinya makan satu kali hari ini pagi tadi.. rasanya lemas
sekali.. tubuhnya menggigil, kepalanya menggeleng kekanan-ke kiri
karena panik. Tercium bau yang sangat menyengat hidung Angel, rupanya
itu adalah bau keringat ketiga begundal bejat itu. Tubuh kotor mereka
belepotan keringat setelah seharian memeras tubuh mereka masing-masing
untuk mengais rejeki untuk kelangsungan hidup mereka, bau itu
menimbulkan aroma menyengat yang luar biasa busuk dan begitu menyiksa
hidung Angel. ia hampir muntah. Ia menggunakan kedua tangannya untuk
menutupi hidung sekaligus mulutnya.
“sialan ni cewe, belagu amat lu pake tutup idung sgala!” bentak pak Giman murka
Ia lalu berlari ke arah ranjang lalu menerkam tubuh Angel yang terbaring
disana. Pak Supri menyusul begitu juga dengan pak Waluyo. Pak Waluyo
meletakan botol-botol miras yang dibawanya ditepi ranjang. Pak giman
memeluk tubuh mulus Angel yang sudang telanjang, ia meremasi setiap inci
dada Angel dengan gemas dan brutal.
“rasain lu! mampus lu!” seru pak Giman gemas saat meremasi dada mungil Angel
Angel tak diam saja, tangannya berusaha berontak dan mencoba menepis
tangan gempal pak Giman yang masih saja mengerjai dadanya dengan gemas.
Tapi apa daya tenaga seorang gadis mungil sepertinya menghadapi tenaga
pak Giman yang seperti babi hutan yang sedang mengamuk. Pak Supri meraih
tangan Angel lalu meletakannya di atas kepala Angel, kemudian ia
memegangi kedua pergelangannya dengan tangan kirinya sementara tangan
kanannya ikut mengerjai dada Angel. ia mendapatkan jatah yang sebelah
kanan sementara yang kiri untuk pak giman. Angel benar-benar terkunci
dalam posisi itu, hanya kakinya saja yang bebas dan terus
menendang-nendang kesana-kemari sambil terus menangis tersedu-sedu.
tiba-tiba seseorang memegangi kakinya, orang itu adalah pak Waluyo!
Pegangan itu rasanya kuat sekali hingga Angel tak bisa menggerakan
kakinya lagi apalagi dengan tenaganya yang seolah belum terisi secara
penuh seperti sekarang ini. pak Waluyo menyelipkan wajahnya disela-sela
pahanya sambil menghirupi selangkangannya.
“busyettt dah.. ini memek apa kembang tuju rupa wangi benerrr!!”
slurrppp..!! Waluyo mulai menjilati seluruh permukaan vagina Angel
dengan sangat rakus layaknya seorang manusia yang mendapatkan air di
tengah gurun pasir yang sangat panas. Gerakan lidah pak Waluyo menyeruak
mulai memasuki bagian dalam vagina Angel. terasa sensasi kenikmatan
luar biasa saat lidah pak Waluyo masuk ke dalam bagian dalam vaginanya
dan lidahnyya bersentuhan langsung dengan kulit dalam vagina berwarna
merah muda dan sangat halus. Kenikmatan itu tak dapat diungkapkan dengan
kata-kata sehingga membuat pak Waluyo semakin gemas saat menjilati
vagina itu sambil didalam hatinya merasa sangat puas bisa melakukan ini
terhadap betina secantik dan sekelas Angel. seringa licik bercampur
kemenangan menyungging diwajahnya, juga diwajah kedua rekannya yang saat
ini sedang ‘bertugas’ untuk mengeksekusi sepasang dada milik korbannya.
Mereka tertawa terbahak-bahak mengekspresikan betapa senang dan
bahagianya mereka saat ini bisa mengerjai tubuh bidadari molek seperti
Angel, sekaligus menunjukan betapa buas dan kejamnya diri mereka yang
terpancar dari tawa mereka. Pak giman semakin gemas melihat Angel yang
kini sudah tak berdaya menerima serangan birahi yang ia lancarkan
bersama kedua rekannya. Menerima serangan bertubi seperti itu pada dada
dan vaginanya lama-lama timbul juga rasa nikmat kegelian yang menjalar
diseluruh tubuh Angel. tubuh Angel semakin bergetar saat pak Giman mulai
mencucupi dadanya dengan gemas. Bibir tebal pak Giman menciumi dan juga
mencupangi dada kiri Angel dengan sangat rakus seperti seekor anjing
yang sedang menjilati makanannya. Tubuh Angel melenting ke samping saat
pak Giman mulai mengeluarkan lidahnya lalu mulai menjilati permukaaan
dada dan puting Angel yang sejak tadi sudah mengeras itu dengan sangat
gemas, sambil sesekali tangan kanannya mencubiti dada mulus itu dengan
liar. ‘sluuphh..sluuphh..’ , suara pak Giman saat mengenyoti putting
dada Angel, ia menangkup putingnya dengan bibir tebalnya lalu menariknya
ke atas lalu melepaskannya, ia juga mengelamuti balon dadanya dan tak
lupa ia berusaha meninggalkan bekas cupangan di setiap sisinya. Nikmat
sekali… pak Giman sungguh menikmati ‘kegiatannya’ saat ini. sementara
itu pak Supri mendekatkan mulutnya pada ketiak kanan Angel, ia lalu
menghirup aroma ketia mulus itu dengan sepenuh hati. Angel kaget dan
merasa kegelian merasakan desiran nafas pak Supri di belahan ketianya.
Ia ingin menutupkan ketiaknya tapi tak biasa karena pak Supri masih
memegangi kedua tangannya ke atas.
“huuaahhh.. keteknya wangi bener man! Hahahaha..” seru pak Supri pada
pak Giman sebelum akhirnya ia melumat ketiak itu dengan lidahnya
Pak Giman pun hanya membalasnya dengan senyuman kecil, bibir tebalnya
masih ‘sibuk bermain’ dengan ‘mainan kenyalnya’ itu. Dalam hati ia juga
berniat untuk melakukan hal yang sama seperti pak Supri menjilati ketia
Angel tapi nanti setelah ia selesai dengan dadanya, tak hanya ketiak!
Seluruh tubuh bahkan pak Giman tentu saja sudi untuk menjilati dan
melumatnya! ia tidak akan keberatan untuk ‘mencicipi’ setiap sisi tubuh
bidadari muda dan sangat cantik itu!
“aahhhh… jangan..! lepaskann saya tolong…” jerit bidadari itu sambil
sesunggukan saat pak Waluyo memasukan 2 jarinya ke dalam vaginanya,
sementara bibirnya masih asyik menjilati bibir vaginanya.
Pak Waluyo menggesekkan 2 jarinya dengan gerakan yang sangat cepat dan
semakin cepat. Perlakuan mereka membuat Angel semakin kewalahan menahan
birahinya yang semakin membuncah. Tubuhnya mengejang-ngejang dan
terkadang melenting, sementara bibirnya mengeluarkan desahan-desahan
kenikmatan di sela-sela permohonannya untuk dilepaskan. Pak Waluyo makin
gencar menggesek vagina Angel dengan jari dan lidahnya, kejangan Angel
semakin kuat dan akhirnya….
“aahnnghhh…..!” pekik Angel lirih saat cairan cintanya menyembur dari dalam rahimnya.
Dia telah mencapai orgasme pertamanya! dia benar-benar merasa malu pada
ketiga pemerkosanya itu karna telah mencapai orgasmenya. Itu artinya
tubuhnya telah menerima dan menikmati serangan birahi yang dilancarkan
ketiga bandot tua itu! Ia gelagapan menahan malu, pada akhirnya ia hanya
bisa memejamkan matanya untuk menahan rasa malunya itu. Tubuhnya masih
bergetar, dan sesekali masih mengejang setelah orgasme pertamanya tadi.
Cairan cintanya diseruput habis oleh pak Waluyo, bibir pria tua itu
menangkup seluruh permukaan vagina Angel sehingga saat orgasme tadi
seluruh cairan cinta Angel menyembur di dalam mulutnya dan mengalir
menuju tenggorokannya. Ia masih menggerakan 2 jarinya di dalam vagina
Angel untuk ‘memeras’ sisa-sisa cairan cinta Angel sementara lidahnya
masih menjilati vagina Angel dan menyeruput habis sisa-sisa cairan cinta
Angel yang tertinggal disana. Angel benar-benar tersiksa, selain karena
perbuatan ketia pria tua bejat itu juga karna bau badan mereka bertiga
yang semakin menjadi. Ia sampai harus bernafas lewat mulutnya agar tidak
mencium bau badan mereka atau paling tidak itu bisa menguranginya
sedikit.
Pak Waluyo menarik keluar kedua jarinya yang telah basah kuyup oleh
cairan cinta dari vagina Angel lalu menjilati dan mengulumnya sambil
menatap wajah Angel dengan pandangan dan senyuman menjijikannya.
“huehehe… peju amoy emang beda ya… gurih!” seru pak Waluyo , “kenapa
liat-liat? Mau?” pak Waluyo mendekatkan tangannya pada bibir Angel,
Angel hanya menggelengkan kepalanya. “makan nih!” seru pria tua kurus
itu sambil menyentakan kedua jarinya ke dalam mulut Angel.
“mmmmfff…!!” Angel mengerang kaget saat kedua jari pria tua itu masuk ke dalam mulutnya dan memainkannya disana.
Pak Waluyo mengeluarkan masukan jarinya di dalam mulut Angel, Angel
hanya bisa mengerang pasrah menerima pelecehan itu. pak Giman
menghentikan aksinya dan tertawa terbahak-bahak melihat pelecehan itu,
jari-jarinya lalu meraih putting dada kiri Angel yang sudah basah kuyup
oleh ludahnya sendiri lalu memelintir dan menariknya dengan sangat
keras!
“hiiyyaahhhhhh..!!!” Angel mengerang kesakitan, sementara mulutnya masih
tersumpal oleh jari-jari nakal pak Waluyo.. “aaahhhh…!!!!!” Jerit Angel
dengan sangat kencang, nafasnya tak beraturan. Tubuhnya melenting
kesana kemari mencoba melepaskan diri sementara kedua tangannya masih
dipegangi oleh pak Supri yang saat ini juga sudah menghentikan
aktifitasnya pada ketia Angel dan tertawa terbahak melihat korbannya
sedang dipermainkan oleh kedua rekannya, dan kaki kirinya dipegangi oleh
tangan kiri pak giman yang saat ini berada disamping kirinya sedangkan
yang kanan dipegangi oleh pak Waluyo yang kini tepat berada ditengah
selangkangannya dan sedang asyik mengobok-obok isi mulut Angel dengan
jari-jari tangan kanannya. Pak Supri pun ikut bergabung, ia meraih
putting kanan Angel dengan tangan kanannya lalu memelintirnya sekuat
mungkin! Angel semakin tak berdaya, ia hanya menjerit-jerit kesakitan
sekeras mungkin. Namun sekeras apapun jeritan Angel percuma tidak akan
ada siapapun yang mendengarnya karna teredam oleh suara hujan lebat dan
petir yang terus menyambar malam itu. tubuhnya sangat lemas akibat lapar
dan orgasmenya tadi hingga ia tak sanggup lagi melenting-lenting untuk
berontak. nafasnya megap-megap, dan matanya merem-melek seperti orang
yang sedang tenggelam karna tak kuat menerima siksaan pada kedua
dadanya.
“huuaahahhaahahhahhh..!!!! udah euy lepasin aja kasian nih lonte ampe
ngis-ngosan gini! Duh duh duh sakit ya???! Sukurin..!!!!!
hahahahahahha..!!!!!” seru pak Waluyo pada teman-temannya yang disambut
dengan tawa terbahak dari kedua rekannya
Mereka pun akhirnya menghentikannya
“iya nih kasian ampe mau mampus gini! Hahahahah…. Kalo mau mampusin,
ntar aja! Sekarang kita nikmatin dulu sepuasnya baru kita mampusin!
Hahahahahahh….” Timpal pak Supri tertawa lebar dan diikuti kedua
rekannya, mereka tertawa terbahak-bahak melihat kondisi Angel yang sudah
sangat kepayahan kini, nafasnya masih terengah-engah dan tangisannya
malah makin menjadi.
“moy gue nyusu boleh ya” kata pak Supri cekikikan lalu meraih dada kanan Angel dengan bibirnya kemudian melumatnya.
“gue pengen cobain nih kete amoy kaya apa..hehehe” ujar pak Giman sambil
menghirup ketia kiri Angel dalam-dalam lalu kemudian menjilati dan
melumatnya dengan sangat rakus, terdengar suara berkecipak disana begitu
juga saat pak Supri memainkan dada kanan Angel dengan llidahnya,
diciumi, dikulum putingnya, dicupangi, dijilati seluruh permukaannya dan
terkadang digigitinya bongkahan daging kenyal itu dengan gemas.
Sementara itu pak Waluyo mundur ke belakang dan membiarkan kaki Angel
tetap mengangkang di depannya. Ia mengambil sebotol miras yang ia bawa
tadi lalu membukanya, ia meneguk isinya sebagian hingga tersisa
setengahnya, botol miras itu sendiri berukuran kurang lebih sebesar
botol minuman cola ukuran sedang. Angel ketakutan dan panik saat melihat
pemerkosanya membawa botol-botol miras dari sela-sela selangkangannya
yang terbuka, entah mengapa ia tidak merapatkan kedua pahanya saat itu.
“ngoplos miras yuk moy! Bwahahhahahha..!!!!” seru pak Waluyo dengan penuh semangat
Ia menyentakan ujung botol itu ke dalam vagina Angel! Angel terbelalak!
Kakinya meronta, tak hanya Angel, pak Supri dan pak Giman pun terbelalak
melihat aksi keji temannya yang di luar dugaan mereka, mereka melirik
ke arah selangkangan Angel sambil terus melanjutkan ‘kegiatan’ mereka
masing-masing, birahi mereka semakin terbakar saat melihat aksi keji
temannya itu. kaki Angel meronta-ronta sehingga membuat pak Waluyo
kewalahan. Pak Waluyo lalu menampar wajah Angel, plak!
“brengsek! kalo lu nggak mau diem gua tarik puting lu kaya tadi!” bentak pak Waluyo dengan sangat marah
Mendengar hal itu Angel langsung ketakutan dan kebingungan, ia mengingat
betapa sakit dan tersiksanya ia saat kedua putingnya di plintir tadi..
ia lalu menyerah, ia ketakutan.. akhirnya ia memutuskan untuk
menghentikan rontaan kakinya, malah ia membuka pahanya lebar-lebar dan
memperlihatkan selangkangannya seolah akan mempersembahkannya pada
tuannya.
“mampus lu!” seru pak Waluyo sambil menyodokan botol itu keras-keras dalam vagina Angel
Angel meresponnya dengan meringis dan tubuhnya menggigil, Angel sendiri
bingung dengan apa yang dirasakannya sekarang ini. pak Waluyo lalu
sedikit menengadahkan pinggul Angel agar sedikit mendongak keatas, ia
lalu menyentak-nyentakan batang botolnya yang sudah berada di dalam
vagina Angel, ia sedang menuangkan miras itu ke dalam vagina Angel!
“huahahhahahhaaa..!!!” tawa pak Waluyo terbahak-bahak saat melakukannya,
terlihat sekali ia sangat menikmati ini, mengerjai vagina seorang
bidadari habis-habisan sesuka hati!
Setelah dirasanya cukup pak Waluyo lalu menarik botol itu dari vagina
Angel, kini isinya sudah habis tak tersisa! Seluruh isi botol itu telah
berpindah kedalam rahim Angel! Dengan gesit pak Waluyo lalu menjejalkan
kedua jarinya ke dalam vagina Angel sedangkan mulutnya menangkup vagina
Angel seluruhnya sambil lidahnya menjilati bibir vagina Angel. ia
menggesekan-nggesekan jarinya lebih gencar dari yang tadi, perilaku
tersebut membuat Angel semakin kelojotan menahan gejolak birahinya yang
semakin membuncah.
“aahh..aahhhh..aaahhhhh..aaahhhh!” Angel mengerang-ngerang menerima
serangan jari dan lidah pak Waluyo pada vaginanya ditambah pak Supri
yang masih asyik mengenyoti susunya dan pak Giman yang kini sedang asyik
menjilati lengannya menambah sensasi kenikmatan tersendiri bagi tubuh
Angel.
Terdengar bunyi kecipak dari selangkangan Angel, sepertinya ia sebentar
lagi akan orgasme! Pak Waluyo makin gencar menggesekan jarinya dalam
vagina Angel.. croottt…akhirnya untuk yang kedua kalinya Angel kembali
orgasme, dengan cepat pak Waluyo menarik kedua jarinya dan memegangi
pinggul Angel yang mengejang-ngejang kenikmatan sementara mulutnya
menangkup vagina Angel rapat-rapat. Cairan cinta Angel bercampur miras
menyembur kedalam mulut pak Waluyo dengan sangat kencang! Semburan itu
tepat menuju tenggorokan pak Waluyo sehingga memudahkannya untuk
menelannya, semburan itu sangat kencang dan sangat banyak. Tubuh Angel
mengejang-ngejang menandakan seberapa besar kenikmatan yang ia dapatkan
akibat ulah mereka bertiga pada tubuhnya, terutama ulah pak Waluyo pada
vaginanya yang tak wajar itu. sementara mulutnya mengerang tak jelas
mengekspresikan kenikmatan yang baru saja ia dapatkan pada tubuhnya,
ludahnya sampai menetes dari tepi bibir mungilnya. Semburan cairan cinta
Angel bercampur miras murahan itu kini sudah berhenti, tapi pak Waluyo
masih menjilati vaginanya untuk menjilati sisa-sia ‘miras oplosannya’
yang tersisa di liang kemaluan Angel.
“huehehehehe… Gimana rasanya miras dioplosa sama peju amoy, yo?! Tanya pak Supri kegirangan
“muanteepp coy! Gurih pisan euy..!! bahahahaa! Jawab pak Waluyo yang keliatannya mulai terkena efek dari minuman keras itu.
“gila nih jadi mabok kan.. lu musti cobain coy, jangan ampe nyesel! Bwahahahahhaaa..!”
Tatapan Angel kini seolah kosong, tubuhnya sangat lemas dan semakin tak
berdaya, entah sampai kapan ia sanggup mempertahankan kesadarannya,
rasanya benar-benar lemas
“huehehehe… amoy kita udah lemes nih, mau mampus kayanya..
buahahahahaha….!” Timpal pak Giman sambil menepuk-nepuk pipi Angel yang
kini sudah lemas tak berdaya
“moy, lu jangan mampus dulu ye.. kite-kite belum sempet ngrasain memek lu hahahahaha…!”
“hahahahhhahahahahhahh….!” Mereka bertiga tertawa terbahak-bahak dengan
seringai menjijikan yang tersungging diwajah mereka, mereka benar-benar
puas bisa menghabisi seorang wanita cantik dan berkelas seperti Angel.
tak pernah terbayangkan sebelumnya mereka akan bisa melakukan hal
seperti ini, hal yang selalu mereka idam-idamkan untuk menjadi
kenyataan. Dan kini mereka mendapat kesempatan itu maka mereka tidak
akan menyia-nyiakannya! Mereka akan menggarap tubuh bidadari mulus ini
habis-habisan! Terbayang beribu ide gila untuk menyiksa wanita malang
ini di otak kotor mereka, sama seperti Pak Empet waktu pertama kali
berhasil menidurinya. Perasaan berkuasa dan kepuasan yang berlebih
membuat mereka gila akan nafsu hewani. Bagi mereka raut wajah Angel yang
putus asa dan teriakan kesakitannya adalah surga yang sesungguhnya!
Surga yang mereka bisa buat sendiri kapanpun mereka mau! Mereka
benar-benar sudah ketagihan dan menginginkan kondisi seperti ini terus
berlangsung, kondisi dimana mereka berkuasa sepenuhnya atas tubuh
seorang bidadari yang sangat cantik dan bisa berbuat apapun padanya
semau mereka. Menyenangkan sekali seandainya ada lebih dari satu
bidadari yang mereka bisa kerjai sepuasnya… pikiran mereka sampai
ngelantur kemana-mana dan membayangkan yang tidak tidak.
Pak Giman meraih rambut Angel lalu menjambaknya keras
“aaaaghhhh.!” Pekik Angel karna terkejut
Pak Giman lalu menarik kepala Angel dan mengarahkannya ke
selangkangannya, Angel merinding saat melihat penis pemerkosa telah
mengacung tinggi menantang langit.
“buka mulut lu! isep buruan!” bentak pak Giman sambil menampar-namparkan penisnya pada pipi Angel.
Dengan patuh Angel membuka mulutnya, tanpa ragu lagi Angel lalu melahap
penis hitam kekar yang berada di depan wajahnya, ia lalu menggerakan
kepalanya naik turun dan lidahnya menjilati batang penis berurat itu
dari dalam, sesekali ia menghisap ujung kepala penisnya. sepertinya
mereka sudah menaklukan Angel dan membuatnya tunduk sepenuhnya pada
perintah mereka, mereka telah berhasil membuat Angel berfikir bahwa
‘jika aku melawan tetap tidak akan ada gunanya, justru mereka malah akan
menyiksaku dengan keji dan pada akhirnya aku tetap akan melakukan apa
yang mereka perintahkan padaku, lebih baik aku menuruti mereka saja
tanpa harus disiksa terlebih dulu’. Begitulah, mental dan keberanian
Angel seolah sudah hancur porak poranda akibat pelecehan dan penyiksaan
yang dilakukan oleh keempat bandot-bandot tua itu padanya secara keji
dan terus menerus, entah sampai kapan ia akan sanggup bertahan
menghadapi siksaan keji mereka terutama dari Pak Empet. sementara itu
pak Supri sudah memposisikan tubuhnya di antara kedua paha mulus Angel,
dia sudah siap melakukan penetrasi pada lubang kemaluan Angel.
“sori ye yok, gue duluan.. hehehe…” kata pak Supri sambil mengoreki vagina Angel dengan jari-jarinya
“sialan lu, gue yang ‘manasin’ lu yang make ckckck yaudahlah! Silahkan genjot tuh memek ampe ancurr!! Hahahaha!” seru pak Waluyo
“udah kelamaan lu Pri, buruan tusuk aje..” pak Giman menimpali di
sela-sela desahannya menikmati servis oral Angel pada penisnya. ia
memejamkan matanya dan kepalanya mendongak ke atas untuk meresapi
kenikmatan yang ia dapat dari mulut Angel
“oke! Siap-siap ya moy! nih rasain! Mampus lu!” seru pak Supri sambil mendorong penisnya masuk ke dalam vagina Angel.
Vagina itu sudah sangat licin akibat miras yang dituangkan pak Waluyo
bercampur dengan cairan cinta Angel, sehingga memudahkan penetarsi penis
pak Supri . Penisnya sudah berhasil masuk dan menguasai liang vagina
Angel, ia mendiamkannya sesaat untuk meresapi kenikmatannya dalam
tubuhnya yang bersumber dari batang penisnya.
“sssttttt…aaghhhhhh… anjrit ni memek seretnyaa…! Ouugghhhhhh… mantapp!”
gumam pak Supri keenakan, mulutnya terus mendesis untuk mengekspresikan
kenikmatan pada kemaluannya yang ia dapatkan dari kemaluan sang nyonya
rumah.
“ati-ati lu pri, tuh memek rasa miras! Bisa mabok kontol lu ntar hahahahaha!” celoteh pak Waluyo sambil cekikikan
Mendengar itu pak Supri dan pak Giman yang sedang menikmati kehangatan lubang-lubang Angel hanya bisa tertawa geli.
“yah biarin aja mabok, sekalian biar operdosis yok! Hahahaha” balas pak Supri sambil menyeringai mesum
Pak Supri menarik penisnya perlahan lalu mendorongnya lagi, ia terus
melakukan itu dan semakin lama gerakannya pun semakin cepat, hingga
gerakannya membuat tubuh Angel terpental-pental, mulutnya
mengerang-ngerang kesakitan namun juga bercampur dengan kenikmatan.
Angel jadi tidak bisa fokus mengoral penis pak Giman, hingga pak
Gimanlah yang harus menggerakan penisnya sendiri keluar masuk mulut
Angel. Angel masih tetap berusaha menjilati penis tua Bangka itu agar ia
tidak mengecewakannya, ia takut kalo sampe ia mengecewakan tua bangka
itu ia akan kembali disiksa dan dilecehkan habis-habisan seperti tadi.
Cukup lama mereka bertiga bertahan dalam posisi itu, sementara pak
Waluyo hanya bisa melihat sambil terus berkata-kata kotor untuk menghina
dan meruntuhkan mental Angel dan memberi semangat kepada kedua
rekannya.
“terus Pri! Terus genjot memeknya ampe ancur! Pecun murahan kaya gini
emang hobinya ngentot! Nggak tahan die kalo udah ngeliat kontol
bawaannya pengen ngentot mulu! Kalo ngga ada kontol manusia kontol sapi
pasti juga dimbat! Ayo gasak memeknya!” sepertinya ia sudah dalam
kondisi setengah mabuk.
Disi lain pak Giman sedang terengah-engah karena kenikmatan yang
dirasakan penisnya akibat oral Angel, ia semakin cepat menyodok-nyodok
mulut Angel dengan penisnya. penisnya tak muat masuk seluruhnya dalam
mulut Angel, hanya sekitar setengahnya saja. Berkat itu Angel tak harus
membenamkan wajahnya ke selangkangan pak Giman yang dipenuhi bulu
kemaluan yang berbau busuk tiap pak Giman menyodokan penisnya dalam
mulut Angel, meskipun begitu ia tetap bisa merasakan bau selangkangan
pak Giman yang seperti kotoran babi busuk itu. Bau busuk itu ditambah
bau ketiga lelaki tua itu benar-benar menyiksa Angel selain siksaan
batin dan fisik yang ia dapatkan. Kepala pak Giman mendongak ke atas
sambil mulutnya mengerang-ngerang sedangkan gerakan penisnya dalam mulut
Angel semakin cepat sebelum akhirnya, ‘crroott!’ pak Giman menumpahkan
seluruh isi spermanya di dalam mulut Angel, spermanya menyembar tepat ke
dalam tenggorokan Angel sehingga terpaksa Angel harus menelan semuanya.
“wwuuaahhhhhhh..! gila ni mulut rasanya ajibb bener dahh! Baru pernah
gue nyicipin mulut amoy.. esssttttttttt.. aaahhhhh…” kata pak Giman
sambil mengerang kenikmatan, ia meresapi benar kenikmatan yang
didapatkan penisnya berkat oral Angel.
“isep peju gue sampe abis moy! Sayang kan kalo dibuang..hehehehe…”
Mendengar perintah itu Angel menurut saja, dalam kondisi vaginanya masih
disodok-sodok oleh penis pak Supri ia menjilati sisa-sisa sperma pak
Giman yang masih tertinggal di batangnya dan menghisapnya sampai habis.
Matanya terbelalak, ternyata banyak juga yang berjatuhan di bagian
rambut kemaluannya, ia bingung, ia tidak mau menjilati rambut kemaluan
bandot tengik itu tapi… tapi jika tak melakukannya ia akan... akhirnya
ia menguatkan dirinya, ia melepaskan penis kekar itu dari dalam dari
mulutnya lalu mendekatkan bibirnya pada bulu kemaluan pak Giman.. lalu..
ia mulai menjilati bulu kemaluan itu, awalnya ia melakukannya dengan
ragu.. akhirnya ia pasrah juga, tak hanya menjilati bulu kemaluannya,
Angel juga mengelamutinya dan menghisap lalu menelannya sampai habis tak
berbekas. Kini penis itu semakin melembek, seluruh batangnya ditambah
bulu kemaluannya basah oleh ludah Angel.
“aahh…aaahhhh..aaahhh.. aaanngghhh..!!” kini Angel bisa bebas mengerang
dan mendesah setelah penis pak Giman berhenti menyumbat mulutnya.
Pak Supri sangat gemas melihat tubuh Angel yang terpental kesana kemari
saat ia menhujamkan penisnya ke dalam liang vaginanya, ditambah suara
erangan Angel yang bernadakan kenikmatan sekaligus rasa keputusasaan
yang amat sangat makin menyiksa birahi pak Supri .
“eesssstttt…oouugghhhhh…ookhhhh….” Desis pak Supri gelagapan kenikmatan
yang didapatkan penisnya dari kehangatan vagina Angel yang kemudian
menjalar keseluruh tubuhnya hingga ke ubun-ubunnya.
Saking gemasnya ia dengan rasa nikmat yang ia rasakan, pak Supri
kemudian menyodok-nyodokan penisnya sekuat tenaga yang ia bisa bahkan ia
melakukannya sekencang mungkin seolah ingin melampaui batas kekuatan
yang ia miliki, dia benar-benat kelojotan akibat rasa nikmat yang
berlebih pada penisnya! dia ingin meledak!. Sementara Pak Giman
mengistirahatkan dirinya ditepi ranjang berukuran lebar itu sambil
meneguk minuman keras yang dibawa pak Waluyo tadi. Sedangkan pak Waluyo
bangkit dan merangkak diatas ranjang menuju samping kiri Angel sambil
membawa sebotol miras, ia lalu membukanya.
‘Glek!’
“mmmemmffffh..!” Angel mengernyit kaget saat tiba-tiba pak Waluyo
membalikan botol itu lalu menjejalkan ujung botolnya ke dalam mulut
Angel menuju tenggorokannya. Matanya terbelalak, dan kepalanya
menggeleng-nggeleng kekanan-kekiri berusaha berontak. Mengantisipasi
itu, pak Waluyo lalu menjambak rambut Angel dengan tangan kanannya dan
menariknya keras hingga membuat seolah kepala Angel terkunci dan tak
bisa bergerak bebas lagi.
“glek..glek..glek…!” terdengar suara seperti itu saat cairan yang berada
didalam botol itu mengalir deras turun kedalam mulut Angel lalu terus
turun melewati tenggorokannya. Wajah Angel yang terlihat yang sangat
gelagapan dan kepayahan membuat ketiga pejantang kampung itu tertawa
terbahak-bahak, selain mendapat kepuasan pada penis mereka masing-masing
nanti, mereka juga akan mendapat kepuasan batin yang luar biasa
sekaligus menjadi kenangan terindah dalam hidup mereka karena telah
berhasil ‘memainkan’ tubuh seorang bidadari sesuka hati dan
menjadikannya seolah seperti mainan yang bebas mau diapakan saja.
“telen moy! Ayo habisin! Kita pesta! Hahahahahaa!!”seru pak Waluyo
sambil menjejali paksa botol minuman kerasnya ke dalam mulut Angel,
cairan itu sampai meluber didalam mulut Angel dan mengalir keluar dari
mulutnya.
Angel sampai tersedak dan terbatuk namun pak Waluyo masih belum menarik
keluar botol minuman yang mengandung kadar alkohol cukup tinggi itu dari
dalam mulut Angel. apalagi ini baru pertama kalinya bagi Angel meminum
minuman haram seperti itu, terasa sangat pahit dilidahnya dan panas saat
cairan itu mengalir melewati tenggorokannya. pak Giman tertawa terbahak
melihat kondisi Angel yang sedang teraniaya tak berdaya seperti itu,
tawanya sangat keras dan terdengar begitu memuakan di telinga Angel
namun tetap saja suara desiran air hujan di luar meredam suara tawanya.
Baginya itu adalah tontonan dan hiburan terbaik yang pernah ia dapatkan
selama hidupnya. Begitu juga dengan pak Supri , melihat kondisi itu
membuatnya tak kuasa menahan gejolak birahi liarrnya yang semakin
menggebu-gebu, ia mempercepat sodokan penisnya. tiba-tiba tubuh bidadari
itu mengejang hebat, tubuhnya menggigil, sepertinya sebentar lagi dia
akan mencapai orgasme lagi!
“oohhkk..ogghhh..ohhogghhff…!” suara desahan Angel terdengar sangat aneh karena mulutnya terhalang botol minuman keras.
Kejangan tubuhnya semakin hebat, dan akhirnya….
“oouughghhhnngg…!” Angel mengernyit keras saat mencapai orgasmenya yang
ketiga! Dengan kondisi mulutnya yang masih tersumpal botol minuman
keras.
Sementara tubuhnya mengejan-ngejan hebat karena sentakan orgasmenya yang
ketiga, cairan cintanya menyembur dan membasahi penis pak Supri yang
masih berada di dalam vaginanya dengan sangat kencang. Pak Supri bisa
merasakan semburannya, terasa liang vagina Angel semakin lengket dan
hangat akibatnya. Tak lama kemudian pak Supri menyentakan penisnya
sekuat mungkin ke dalam vagina Angel seolah ingin menjebolnya sampai ke
perutnya, bahkan tubuh Angel sampai terdorong karena kuatnya sentakan
pak Supri .
‘crroottt..croot..!!!’
“aaggggrkhhh…!!” suara pak Supri mengerang lega
Cairan kental spermanya menyembur kencang di dalam vagina Angel memasuki
sela-sela rahimnya untuk melakukan pembuahan. Angel pun bisa merasakan
semburan cairan kental itu di dalam rahimnya dan membasahi dinding
rahimnya. Sangat banyak.. sangat lengket.. Angel bisa merasaknnya.
Sperma kental pak Supri yang gagal menembus sela-sela dinding rahim
Angel meleleh keluar mengalir membasahi selangkangannya dan juga seprei
kasurnya yang kini sudah acak-acakan dan kotor karena keringat dan daki
dari tubuh para pemerkosanya yang menempel dan meninggalkan bekas di
sana. Nafas Angel terengah-engah, begitu juga dengan mulutnya
megap-megap karena pak Waluyo sudah menarik lepas botol mirasnya.
Selangkangannya terasa sangat perih dan ngilu sekali akibat gojlokan
penis pak Supri yang berurat pada rongga vaginanya. Tubuhnya sudah
berhenti mengejang tapi badannya masih menggigil karena rasa nikmat yang
didapatkan pada tubuhnya yang berasal dari dalam vaginanya. Pak Supri
mendekati Angel kemudian mengangkangi wajahnya sehingga kini penisnya
yang belepotan cairan cinta Angel bercampur spermanya sendiri mengacung
tepat di atas wajahnya, penisnya masih mengacung meski tak setegak tadi.
Ia mendongakkan wajah Angel, kemudian menjejalkan penisnya ke dalam
mulutnya. Ia lalu menggerakan pinggulnya maju-mundur untuk memompa
penisnya di dalam mulut Angel untuk membersihkan penisnya dari sisa-sisa
spermanya dan cairan cinta Angel.
“haaa..hahahh..hahh…” pak Supri terengah-engah. “sumpah.. meki nya nih
perek seret banget! Kontol gua aja ampe diperes gini pejunya..!
uuaaaghhhhh.! gila pokonya maknyuss dah!! Huahahahaaaa..! esstttt..
aahhh…”
“huaahahhaaaa..! gila lu pri, mekinya ampe merah gini!” kata pak Giman
yang sudah memposisikan tubuhnya disela-sela selangkangan Angel. wah
kayaknya baru ada banjir besar ya, banjir peju! Hahahaha” seru pak Giman
yang diikuti tawa kedua temannya.
“okeehh! Giliran gua sekarang buat nyoblos meki lu! Buahahahaaa!”
Pak Giman sudah siap menjebol bibir vagina Angel dan mengarahkan
penisnya tepat berhadapan langsung dengan bibir vagina Angel yang dari
dalamnya masih mengalir sisa-sisa sperma kental pak Supri yang masih
tertinggal didalam rahimnya. Pak Giman lalu menusukan penisnya perlahan
ke dalam rongga vagina Angel dan menyusuri setiap jengkalnya dengan
penis hitamnya.
“ueheheheeee..! iya Pri masih seret! Padahal udah lu pake tadi! Ckckckck
gila emang memek bermutu tinggi kualitasnya emang beda! Salut dah!”
Pak Giman memundurkan penisnya.. lalu..
“Ayo ngentot!!” seru pak Giman keras sambil menyentakan penisnya kuat-kuat ke dalam vagina Angel.
“aaannngghhhh…!!” pekik Angel karna terasa perih saat penis itu menusuk
vaginanya dengan brutal. Mulutnya kini sudah bebas dari penis pak Supri
karna sang pemilik penis sudah membebaskannya setelah mulutnya sudah
menyelesaikan ‘tugasnya’ membersihkan penis pak Supri. Pak Giman mulai
memompakan penisnya di dalam vagina Angel mulai dari pelan hingga
semakin lama semakin kencang. Ia memompakan penisnya dengan buas dan
brutal disana, seolah ada sebuah tembok besar yang menghalangi penisnya
untuk terus masuk dan ia berusaha untuk menjebol tembok itu dengan
menyodokan penisnya sekuat mungkin. Tubuh Angel terguncang dan terpental
kesana-kemari, mulutnya menjerit lirih karena terasa perih di liang
vaginanya saat penis itu keluar masuk vaginanya dengan sangat gencar.
Tenaganya sudah habis, ditambah pelecehan dan penyiksaan pada tubuhnya
sejak tadi membuat jiwanya seolah kosong, ia tak mampu berfikir jernih
lagi.. ia tak sanggup mengingat apapun, pandangannya mulai berkunang dan
kepalanya terasa sangat pening sekali. Sepertinya efek dari minuman
keras yang dijejalkan pak Waluyo secara paksa tadi mulai bekerja. Dia
mulai mabuk! Mulutnya mengeluarkan erangan-erangan tak jelas dan terus
mendesah-ndesah yang terdengar sedikit manja. Mereka yang menyadari itu
hanya bisa tertawa tawa terbahak menikmati hasil dari perbuatan mereka.
“lihat ni amoy udah mabok kayanya! Hahahahaa!!”
“wah cantik-cantik doyan mabok juga ya, tambahin yok! Kasian dia minta nambah! Bwahahahahaa!
Pak Waluyo lalu mengambil sebotol lagi lalu membukanya, kembali seperti
tadi, ia menjejalkan ujung botol itu masuk ke dalam mulut Angel dan
menuangkan seluruh isinya kedalam sana.
“wah bisa mubajir kalo gini caranya..” kata pak Waluyo
Kurang ajar! Pak Waluyo membekap mulut gadis cantik itu dengan tangan
kirinya membuatnya tertutup rapat-rapat sehingga tak ada setetespun
cairan miras yang keluar dari mulutnya. Ia melakukannya sambil tertawa
keji, ia sangat menikmati saat-saat menyiksa gadis cantik itu. Angel
berusaha berontak namun tentu saja sia-sia, pak Waluyo malah terus
menjejalkan botol itu hingga ujungnya menyentuh tenggorokan Angel.
“blubukk..blubuukkk..bluukk..plluukk…!” terdengar suara seperti itu saat isi botol itu mengalir ke dalam tenggorokan Angel.
Angel berusaha menelan miras yang terjun bebas ketenggorokannya secepat
mungkin karena jumlahnya yang cukup banyak mulai memenuhi mulutnya, tapi
tetap saja sebagian cairan itu masih tertahan di mulut Angel hingga
membuat pipinya sedikit menggembung, tapi dengan keji pak Waluyo
menekankan permukaan tangannya pada mulut Angel agar seluruh cairannya
segera tertelan habis oleh Angel. Cukup mengerti dengan penderitaan
Angel, pria itu menarik botol miras itu dari mulut wanita itu, lalu
menuangkan sisanya ke tubuh telanjang Angel.
“Wuuu....hhhuuu... mandi miras!!!” seru mereka melihat tubuh Angel basah kuyup disirami miras.
Pak Supri kegirangan melihat adegan yang makin panas itu sementara pak
Giman tidak memperhatikan ulah temannya itu karena sedang fokus
menikmati kenikmatan surgawi yang berasal dari hangatnya vagina Angel,
kepalanya mendongak keatas sementara matanya terpejam dan mulutnya terus
menerus mengerang nikmat.
“sssluurrrp...ssluurrrppp....tambah enak rasanya!!” Pak Supri menyeruput miras yang membasahi tubuh Angel di bagian payudaranya.
Pak Waluyo yang sudah setengah mabuk juga ikut melumat payudara Angel
yang satu lagi sambil menggerayangi tubuhnya. Angel yang sudah sangat
lemah itu sudah tidak kuat berteriak apalagi meronta. Penis Pak Giman
semakin ganas menyodok-nyodok vaginanya sampai terdengar bunyi kecipak
dari tumbukan alat kelamin mereka.
Kini pak Supri sudah berpindah di belakang kepala Angel yang saat itu
dalam kondisi terbaring dan vaginanya masih jadi obyek pelampiasan penis
raksasa pak Giman. Ia meraih rambut Angel dengan tangan kanannya lalu
mendekatkan wajah wanita itu ke penisnya yang tegang.
“Isep Non!” peritahnya
“buwahahahahah…isep...isep!!!!” Pak Waluyo tertawa girang menyemangati melihat aksi temannya itu.
“Iyah gitu dong....eeemmm....enak, pinter nyepong ya si Non satu ini!”
Pak Supri melenguh nikmat merasakan sapuan lidah Angel pada penisnya.
Sementara itu pak Waluyo kembali membuka sebotol miras lagi, dan kembali
menuangkannya di atas kepala Angel, sekali lagi Angel merasakan sensasi
guyuran miras pada kulitnya.
“sluurrphhh…sluphhh….!” Pak Waluyo menjilati tubuh Angel dengan buas,
gerakan lidahnya begitu liar dan seenaknya sendiri menggelitik kulit
wanita itu. Mulutnya bergerak ke samping lalu menjilati dan melumat
pundak Angel lalu bergerak lagi menuju ke payudaranya lalu dicaploknya
bongkahan kenyal itu dengan mulutnya dan dikulum-kulum. Sementara itu
pak Supri sudah melepaskan jambakan pada rambut Angel, wanita itu kini
mengoral penisnya dengan sendirinya mengikuti naluri seksualnya,
sedangkan pak Giman semakin gencar menghujankan batang penisnya didalam
vagina Angel. dan akhirnya..
‘crroottt..croott!’ Ia menumpahkan dan menyentakan seluruh persediaan
sperma kentalnya jauh ke dalam rongga vagina Angel menuju rahim wanita
cantik itu.
“hah..haahh..hhahh…!” pak Giman masih terengah-engah dan mendiamkan penisnya di dalam vagina Angel untuk beberapa saat.
Senyum kemenangan terlihat menyungging di wajahnya saat melihat kondisi
Angel yang sudah ‘porak-poranda’ kini akibat ulah penisnya dan
teman-temannya.. hahahaha..! Kini lidah pak Waluyo sedang asyik-asyiknya
‘bergulat’ dengan putting kiri Angel, sedangkan tangannya kanannya
mendapat kesempatan untuk bergulat dengan puting kanan Angel..
sepertinya tangan kanannya menguasai ‘pertandingan’, terbukti semenjak
tadi jari-jarinya terus menjepit dan memelintir putting kanan lawannya
sesuka hati tanpa lawannya bisa berkutik. Pak Giman melepaskan penisnya
dari jepitan hangat vagina Angel, dia mengambil ketiga botol miras yang
tersisa lalu membawanya mendekati Angel. dia lalu membuka penutupnya.
“amoy sayang minum dulu ya, cup cup cup… acian amoyku tersayang.. hahahaha!” celoteh pak Giman cekikikan
Ia lalu menjejalkan botol itu ke dalam mulut Angel dan menuangkan
seluruh isinya ke dalam mulut Angel. pak Giman melakukannya dengan kasar
dan gemas, Angel yang sudah sangat kepayahan tentu tak mampu menelan
cairan haram itu dengan cepat, membuatnya meluber di mulutnya dan
menetes keluar dari bibirnya. Pak Giman melanjutkan dengan botol kedua
setelah Angel menghabiskan botol pertamanya. Angel yang sudah tak
berdaya pasrah dan diam saja diperlakukan seperti itu, perlakuan mereka
bertiga ini jauh lebih keji daripada perlakuan Pak Empet padanya, mereka
benar-benar memperlakukan Angel seperti seonggok daging tak bernyawa
yang bisa diperlakukan semau mereka. Mereka bertiga, dan mereka
menggunakan ‘senjata tambahan’ untuk melumpuhkannya yaitu miras yang
mereka bawa, ditambah lagi mereka menyerang Angel di saat Angel belum
siap, disaat perutnya kosong dan tanpa tenaga. Pantas saja mereka
bertiga mampu mempora-porandakan Angel sampai seperti ini. pak Giman
menarik botol mirasnya setelah seluruh isinya berpindah ke dalam tubuh
Angel, ia hendak melanjutkannya dengan botol ketiga namun pak Supri
mendahuluinya mengambil botolnya. Pak Supri membuka tutupnya, lalu
dangan santainya ia menuangkan isinya di wajah innocent Angel. Angel
gelagapan diperlakukan seperti itu, cairan haram itu memantul
kemana-mana saat jatuh mengenai permukaan wajahnya. pak Supri menuangkan
seluruh isi dalam botol tersebut sampai habis tak tersisa.
Dijejali 4 botol miras yang memiliki kandungan alkohol cukup tinggi
membuat Angel seperti lumpuh, kepalanya pening dan tubuhnya terasa
sangat berat. Namun sepertinya rasa sakit yang mendera tubuhnya membuat
efek dasyat dari minuman itu tidak bekerja sepenuhnya pada tubuh Angel.
disamping itu Angel sudah sangat kelelahan dan hampir kehilangan
kesadarannya, pikiran dan tatapannya terasa kosong.
“yo lu ga pengen nyoblos ni memek?!” Tanya pak Giman kebingungan
“enak aje lu, ada memek amoy gratisan gini kok nggak mau! ntar sabar!
Gue mau coblos silitnya dulu aja! Hahahaha..” timpal pak Waluyo sambil
menjilat bibirnya sendiri yang belepotan ludahnya sendiri karena
keasyikan mengenyoti payudara seorang gadis secantik Angel. kini dada
wanita itu basah kuyup akibat sapuan lidah pak Waluyo, di seluruh
permukaan dadanya tak hanya timbul bekas-bekas cupangan mulut mereka
bertiga, tapi juga nampak bekas-bekas gigitan gigi kuning pak Waluyo
disetiap jengkal balon dadanya yang tadinya putih mulus. Pak Waluyo lalu
membalikan tubuh Angel dan mengangkat pinggulnya membuat Angel dalam
posisi menungging, Angel sudah tidak mempunyai daya lagi.. tubuhnya
terjatuh namun pak Waluyo kemudian menahan pinggulnya dengan kedua
tangannya. Pak Waluyo berada di belakang Angel dan sudah memposisikan
penisnya tepat berada di depan lubang anus Angel.
“wah sialan nih pasti si empet udah pake nih silit berkali-kali.. “ kata
pak Waluyo sambil mengorek-ngorek lubang anus Angel, sebelum akhirnya
dia lalu menusukan jarinya kedalam anus Angel dengan satu sentakan kuat!
“wiihhh!! Aje gile nih lobang, seret banget coy! Hiahahahhahaaa..!!”
seru pak Waluyo sambil mengorek-ngorek anus Angel dan mengeluar-masukan
jarinya didalam sana tanpa rasa jijik sedikitpun, ia malah sangat bangga
dan menikmatinya bisa melakukan hal itu pada anus seorang wanita yang
sangat cantik seperti Angel yang dianggapnya sebagai bidadari turun dari
langit. Ia berusaha merenggangkan lubang sempit itu dengan jarinya.
Angel sempat merasa bergidik jika mengingat ‘kenangan pahitnya’ kemarin
saat Pak Empet menembus lubang anusnya berkali-kali sampai ia tak
sanggup berdiri lagi, ia ketakutan dan panik... namun dengan kondisinya
kini yang sudah tak memungkinkan bahkan hanya untuk sekedar berteriak
saja ia lalu hanya bisa pasrah, ia tak tau harus bagaimana dan
memikirkan apa.. dalam hatinya ia ingin segera mati saja dan mengakhiri
semua penderitaannya yang masih akan terus berlangsung entah sampai
kapan. Pak Waluyo mengeluarkan jarinya dari anus Angel, dia memegangi
penisnya sendiri lalu menuntunnya ke arah lubang anus Angel. dengan
bantuan tangannya pak Waluyo mulai melesakan penisnya masuk ke dalam
anus Angel, anus itu bahkan masih terasa sempit bagi penis pak Waluyo
meskipun kemarin sudah berkali-kali Pak Empet menjejalinya dengan
penisnya yang tak kalah besar dari milik pak Waluyo, ataupun kedua
rekannya.
“heengghhhhf…!!” “ayo masuk!” seru pak Waluyo sambil sekuat tenaga
berusaha mendorongkan penisnya masuk ke dalam anus Angel dengan paksa,
ia menyentak-nyentakan penisnya dengan brutal dan tanpa ampun.
Usahanya tak sia-sia, penis hitam itu akhirnya berhasil masuk ke dalam
juga, ia begitu menikmati kehangatan jepitan anus Angel yang membelai
urat batang penisnya. pak Waluyo sampai merem-melek saat menikmati
kelembutan kulit dalam anus Angel yang terasa begitu lengket.
“Gimana rasanya yok? Ahh jadi pngen gue! buruan tuntasin yok gua juga mau!” seru pak Supri dengan sangat antusias
Pak Waluyo hanya menjawabnya dengan menoleh ke arah pak Supri dan pak
Giman yang menatap iri padanya sambil mengacungkan jempolnya kepada
mereka.
“muantep e puooooll..!” desis pak Waluyo girang
Pak Waluyo dapat dengan jelas merasakan tubuh wanita yang hendak ia
pompa bergetar, getaran itu hanya pelan tapi pak Waluyo dapat
merasakannya dengan jelas. Pak Waluyo menyeringai, dia memundurkan
penisnya.. lalu mendorongnya pelan..
“aaaaghhhh….” terlihat pak Waluyo begitu menikmatinya
Dia terus melakukannya dengan itensitas gerakan yang semakin lama
semakin cepat layaknya seorang yang sedang melakukan penetrasi pada
umumnya. Pak Waluyo memajumundurkan pinggulnya dengan gencar, membuat
tubuh wanita yang sedang digagahinya terpental-pental layaknya seonggok
daging yang tak bernyawa. Wanita itu hanya bisa mengerang pelan menahan
rasa perih dalam anusnya, mulutnya meringis menggambarkan sakit yang ia
rasakan pada anusnya. Pak Supri tidak diam saja, penisnya kini sudah
kembali mengacung tegak dan siap digunakan untuk menggempur
lubang-lubang wanita cantik itu lagi. ia berdiri dengan lutut tertekuk
didepan wajah wanita itu lalu tanpa basa-basi lagi ia kemudian
menjejalkan penisnya ke dalam mulut wanita cantik itu. tangannya
memegangi kepala wanita cantik yang sudah tak berdaya itu dan segera
mulai memompakan penisnya di dalam sana. Meskipun penis itu jelas-jelas
tidak muat masuk seutuhnya dimulut mungil wanita cantik itu, pak Supri
tetap terus memaksakannya agar masuk seutuhnya sambil terus memompanya.
Saking lemahnya tubuh Angel sampai-sampai bau dari selangkangan pria tua
itu tak begitu terasa di sela-sela lubang hidungnya lagi, lagi pula bau
dari minuman keras murahan yang para pemerkosanya bawalah yang
mendominasi bau diruangan itu saat ini. itu lebih baik daripada harus
mencium bau keringat ketiga pejantan kampung itu. pak Waluyo dan pak
Supri sama-sama mendongakan kepala mereka untuk menikmati dan meresapi
kenikmatan yang membuncah di selangkangan mereka yang kemudian mengalir
ke sekujur tubuh hingga ke ubun-ubun. Kedua payudara wanita itupun
seolah tak bisa dibiarkan begitu saja, pak Supri meraihnya dan memainkan
bongkahan daging kenyal itu dalam genggamannya. Tak mau ketinggalan,
pak Giman mengambil botol miras sambil cekikikan. Ternyata ia akan
memasukan botol itu dalam vagina Angel, tanpa ba bi bu lagi ia segera
mendorong botol itu menyeruak masuk kedalam liang senggama Angel. dia
mendorongnya dengan cukup kuat hingga botol masuk itu masuk setengahnya,
ia sengaja melakukan itu karna tak ingin ‘melubangi’ vagina Angel
secara berlebihan dan membuatnya menjadi lebih lebar lagi, ia pikir
kedepannya ia masih akan bisa menikmati kehangatan liang vagina Angel
bersama kedua rekannya lagi jika ia memintanya pada Pak Empet, jadi dia
juga akan berusaha menjaga keutuhan tubuh Angel sebisa mungkin untuk
kepentingan kontolnya. Dia mulai mengeluarkanmasukan botol itu di dalam
vagina Angel dengan cepat, sperma pak Supri dan spermanya sendiri yang
masih tertinggal di vagina Angel memudahkannya mengeluarmasukan botol
itu dalam memek Angel. cukup lama mereka mengerjai tubuh Angel dalam
posisi itu, mungkin hampir 20menitan. Dan Angel masih sanggup bertahan
dan membuka matanya selama itu. meskipun Angel tak merasakan kenikmatan
apapun dari posisi itu tapi tubuhnyalah yang bereaksi, vaginanya
meresponnya dengan memproduksi cairan cinta dalam jumlah yang cukup
banyak dan segera siap untuk diluncurkan. Pak Supri sepertinya sudah tak
tahan lagi menahan spermanya yang sudah berbaris rapi disekujur batang
penis nya hingga ke ujungnya dan seolah memohon untuk segera ditembakan.
pak Supri masih mengoyangkan penisnya hingga beberapa saat di dalam
mulut Angel sesaat setelah ia memuntahkan sperma kentalnya di dalam
sana. Cukup banyak.. pak Supri lalu menarik penisnya keluar setelah
penis itu mengecil dan kembali kebentuk semulanya dan dirasanya sudah
cukup bersih, karena ia menggunakan air ludah dan dinding mulut Angel
untuk membersihkan penisnya dari sisa-sisa spermanya sendiri yang
menempel pada batang penisnya. tubuh Angel masih menggigil.. entah
karena kelaparan atau kenikmatan atau mungkin keduanya. Getarannya
tubuhnya semakin cepat, terutama di bagian pinggulnya.. nampaknya ia
akan segera mencapai orgasmenya yang keempat! Pak Waluyo semakin gencar
menyentakan penisnya ke dalam liang anus Angel.
Tiba-tiba..“sssrrtttttttt…!” cairan cinta Angel menyembur dengan
derasnya, pak Giman yang menyadari hal itu langsung mendiamkan botol itu
berada di dalam vagina Angel sehingga hampir seluruh cairan cinta Angel
yang menyembur masuk ke dalam botol miras itu. jumlahnya cukup banyak..
sekitar setengah senti memenuhi botol bagian bawahnya. Ia lalu
menariknya keluar saat orgasme Angel juga sudah berhenti.
“hueheheheeehee..! liat nih yang gua dapet!” kata pak Giman sambil menatap nanar pada botol itu.
“huaahahahaha..!! brengsek lu man, kreatip juga lu yee.. wah pasti
mantep tuh peju, bergizi tinggi man! Hahahahaa..” timpal pak Waluyo
“sini man gua juga mau coba..”
“enak aja lu pri, kalo mau, peres ndiri dong! Usaha makannya!..
pengen..? “ pak Giman menggoda pak Supri yang juga berminat mencicipi
cairan cinta dari seorang bidadari yang memang memiliki cita rasa tinggi
itu.
Pak Giman lalu memasukan ujung botol itu kedalam mulutnya dan
mengalirkan isinya kedalam mulutnya, ia menuangkan seluruhnya sampai
habis.. sebagian ditelan hingga tersisa di dalam mulutnya sebagian. Ia
menggunakannya untuk berkumur sebentar sambil memandang pak Supri dan
menggodanya karena memang pak Supri lah satu-satunya pemerkosa Angel
yang belum pernah mencicipi cairan cinta Angel yang sangat gurih itu,
sebelum akhirnya ia menelan seluruhnya ke dalam perutnya.
“nyam nyam nyam nyamm.. enyakkkk….hehehe..” celoteh pak Giman sambil cengengesan.
Dalam hatinya ia begitu kagum dengan tubuh wanita muda itu, karna
vaginanya bisa memproduksi cairan cinta yang selezat ini, berbeda dengan
cairan cinta istrinya atau pelacur-pelacur murahan yang pernah ia
‘beli’ sebelumnya. Tubuhnya benar-benar bisa memanjakan setiap pria
meniduri dan mereguk kenikmatan darinya. Sejenak dia membayangkan jika
ia bisa membawa pulang wanita cantik yang secantik bidadari itu
bersamanya dan menjadikannya gundiknya. Pasti menyenangkan sekali..
hhmmmmmm.. setengah jam sudah berlalu semenjak pak Waluyo membenamkan
penisnya di dalam anus Angel, akhirnya ia menyerah juga pada kenikmatan
yang terus menderu penisnya dan menyemburkan sperma kentalnya didalam
sana, banyak sekali cairan kental itu terbenam di dalam lubang
pembuangan Angel. jumlah sperma yang pak Waluyo semburkan berbanding
lurus dengan kenikmatan yang ia dapatkan, sangat banyak! Pak Waluyo
menggeram nikmat saat mencabut penisnya dari dalam anus Angel, lalu
tiba-tiba tubuh Angel ambruk begitu saja karna pak Waluyo sudah tak
memeganginya lagi. mereka bertiga kaget saat melihat mata Angel tak
sanggup lagi terbuka, mereka berusaha membangunkannya namun Angel tetap
saja masih belum membukakan kelopak matanya. Pak Supri memeriksa desiran
nafas Angel yang masih terasa dari kedua lubang hidung Angel, itu
artinya Angel masih hidup. Mungkin ia hanya pingsan saja.
“tenang.. dia masih idup kok, ni buktinya masih ambekan hehehe..dia cuma pingsan” kata pak Supri menjelaskan
“huehehehe.. masih idup toh..ya baguslah.. brarti memeknya juga masih
bisa kita pake kan.. hahahaha…!” seru pak Giman lega sambil menyeringai
mesum
“weleh..weleh..welehh.. udah K.O toh amoy kita ini, kirain mampus!
Jiahahahahah!! Pak Waluyo ikut menimpali. “yaudah ayok lanjut lagi, kita
garap amoy ini sampai pagi! Buahahahahaha!”
Begitulah, mereka seolah tak peduli lagi dengan Angel yang sudah tak
sadarkan diri, bagi mereka asalkan lubang-lubang kenikmatan ditubuh
Angel masih ada dan masih bisa dinikmati, itu lebih baik daripada tidak
ada sama sekali meskipun itu artinya harus menyetubuhi tubuh Angel dalam
kondisi pingsan. Sepanjang malam ketiga bandot bejat itu terus
membolak-balik tubuh Angel dan menjejalkan penis-penis gemuk mereka
kedalam seluruh lubang di tubuh Angel yang penis mereka bisa tembus.
vagina, anus serta bibirnya menjadi obyek pemerasan sperma bagi ketiga
penis besar itu sampai persediaan sperma di kantong kemaluan mereka
habis tak tersisa. Tanpa obat kuat, ketiga pejantan tua itu terus
memainkan tubuh Angel dengan ketiga penis mereka masing-masing
semalaman. Bagi orang kampung seperti mereka, bisa mengerjai tubuh molek
bidadari sesuka hati seperti sekarang ini adalah impian yang mereka
selalu idam-idamkan dan sekarang mereka mendapat kesempatan itu mereka
akan memanfaatkannya sebaik mungkin. Rasa gemas yang semakin menggebu
melihat tubuh bidadari tergolek tak berdaya bisa dimainkan semau mereka
kapanpun mereka mau dan rasa nikmat pada penis mereka yang mereka
dapatkan dari tubuh bidadari itu justru menjadi tenaga dan semangat
tersendiri bagi mereka untuk terus mengerjai tubuh wanita cantik itu
lagi, lagi dan lagi! terus sampai penis mereka loyo tak bisa berdiri
lagi! ketiga pejantan buruk rupa itu akhirnya terlelap juga bersama
bidadari cantik itu setelah semalaman beramai-ramai menggenjotinya.
Senyum kepuasan menyungging di wajah ketiga bandot tua itu saat mereka
memejamkan matanya.
######################
Pagi itu cuaca sangat cerah.. burung-burung berkicauan, angin berhembus
pelan menyejukan suasana pagi itu setelah semalaman hujan lebat
mengguyur wilayah ibukota. Pak Empet menguap, kesadarannya masih belum
terkumpul seutuhnya setelah semalaman begadang menonton pertandingan
bola di salah satu stasiun televisi. Terlihat ia masih gamblang dan
belum membenahi celana dan celana dalamnya yang melorot, rupanya tadi
malam Pak Empet bolak-balik ke kamar Angel untuk mengintip aksi ketiga
teman barunya memperkosa majikannya secara bergantian, saat ia kembali
ke ruang tengah ia lalu masturbasi sambil membayangkan dan
mengingat-ingat peristiwa pemerkosaan yang baru saja ia lihat di ruang
kamar majikannya. Pak Empet terkekeh kekeh saat melakukan itu, melihat
majikannya yang masih belia dan sangat cantik terkulai lemas di sebuah
ranjang sedang disetubuhi secara bergantian oleh pria-pria tua yang
notabene hanyalah sekumpulan gembel rendahan yang memiliki wajah buruk
rupa dan bau menyengat layaknya kotoran babi. Ia sangat puas..! Pak
Empet masih diam untuk sejenak sambil menatap layar TV majikannya yang
masih menyala, sebelum akhirnya seluruh kesadarnnya telah kembali, ia
lalu berdiri dan membenahi celananya kemudian berjalan menuju kamar
majikannya dilantai 2. Ia sampai di depan pintunya lalu membukanya.
“hehehehe…. Masih pada loyo ya.. “ kata Pak Empet cengengesan sambil berjalan menghampiri mereka.
Pak Empet mengambil 2 botol miras yang tergeletak disana dan memegangi
masing-masing ujungnya, lalu kemudian Pak Empet memukul-mukulkan kedua
perut botol itu dengan kencang sambil berteriak-teriak
“bangun..! bangun..! bangun woi!! bangun!! Hahahaha…” Pak Empet terus berteriak sambil tertawa-tawa
Mendengar suara berisik di telinga mereka akhirnya ketiga bandot itu
bangun juga, sementara Angel sepertinya tubuhnya masih belum merespon.
Mereka bertiga kaget juga melihat seseorang masuk ke ruangan tempat
mereka habis melakukan aksi pemerkosaan dan korbannya masih tergolek tak
berdaya di samping Pet, gua pikir siapa!”
“iya nih ganggu aja, baru enak-enaknya mimpi masuk surga malah lu bangunin, sialan lu!
“hehehe.. semalem pestanya meriah banget ya.. ampe acak-acakan gini..”
timpal Pak Empet cengengesan sambil mengedipkan matanya pada ketiga
rekannya
Pak Supri menengok ke arah Angel yang masih tergolek lemah di sampingnya.
“huehehehe.. gundik lu emang TE O PE BE GE TE dah!” seru pak Giman
sambil mengacungkan jempolnya ke arah Pak Empet dan
menggeleng-nggelengkan kepalanya. “peju gua aja ampe kering gini..
hahahaha!!” lanjut pak Giman
“iya nih peju gua juga ampe diperes abis ama memeknya, kontol gua patah
tulang kayanya, semaleman genjotin ni memek.. hahahaha!” timpal pak
Waluyo sambil mengelusi bibir vagina Angel yang disana-sini terdapat
bercak sperma ketiga pemerkosanya dan cairan cintanya serta darah
vaginanya yang sudah mengering.
“bego lu! emang kontol ada tulangnya apa!” pak Supri menimpali pak Waluyo
“hehehehe.. ya kontol gua kan beda..” balas pak Waluyo cengengesan. Tangannya masih sibuk membelai vagina bidadari itu.
“ngomong-ngomong.. beruntung amat sih lu pet.. kerja ditempat beginian,
bonusnya MANTABH! Hahahaha..” ujar pak Supri . “besok-besok kita boleh
pinjem majikan lu lagi kan pet..? “
“ya gampanglah itu bisa diatur bos.. tapi kalo kalian pengen kenape
nggak cari ndiri aja ? Hakahkahakhak…!!” jawab Pak Empet. gini aja..
suaminya gundik gua kan pulangnya masih seminggu lagi, Gimana kalo lu lu
pade nginep disini ampe seminggu buat nemenin die, kasian kan memeknya
kesepian, kalo kita ramein kan asyik! buahahahaha!”
“buwahahahahaha.. boleh juga tuh idenya bos, Gimana? Gimana lu yo?” timpal pak Giman
“kalo gua sih oke-oke aja, lha wong disediain memek amoy gratis gini kok
nolak, sayang dong..hehehe” jawab pak Waluyo santai. Sementara
tangannya kini sedang keluar-masuk di dalam rongga vagina Angel
“waduh Gimana yaa.. terus bengkel gua gimana dong? bini kalian kagak lu urusin?” jawab pak Supri bingung
“alah kalo masalah bini mah gampang, gua tinggal seminggu juga ga
bakalan mampus kok.. yang penting ya ini nih.. hehehe..” balas pak Giman
sambil tangannya mereih payudara kenyal Angel lalu meremasinya
“iya nyantai ajalah pri.. kita aja yang punya bini nyantai kok... serius
lu ga mau nyoblosin ni memek lagi? lagian bengkel lu kaya gubuk gitu ga
ada isinya siapa juga yang mau nyolong.. iya kan man?!” kata pak Waluyo
dengan nada bertanya pada pak Giman
“iya.. santai aja bos kita pesta!” jawab pak Giman
“sekali-kali manjain kontol lah Pri.. nggak capek apa kontol lu njebol memek tengik mulu.. hahahaha..” pak Waluyo menimpali
Pak Supri masih terlihat kebingungan..
“iya Pri, gubuk kaya gitu mana ada yang mau masuk.. hahahaha.. piss
bos.. gini, sekarang gua kan udah pegang seluruh duit tuh amoy, nah kalo
kalo lu nemenin kita disini selama seminggu ada komisinya kok tenang
aja.. tenang.. gua kasih 100 juta mau?” kata Pak Empet menggoda
“hah! Serius lu pet? Buat gua?” jawab pak Supri keheranan
“iya gampang.. duit segitu mah nggak ada apa-apanya, keciill..!
hahahaha.. tapi bukan cuma buat lu, dibagi betiga sama mereka.. Gimana?
Sama nanti dapet bonus CD sama kutangnya die nggak mau lu Pri??” Pak
Empet kembali menggoda pak Supri
“wah gile lu pet.. ckckck.. kalo gitu okedeh gua ikut! Kita pesta memek amoy rame-rame! Yee!!” seru pak Supri semangat.
“wah.. tingkiu lah Pet, lu emang sohib kita yang paling mantap!!” pak Waluyo menimpali
“keh.keh..kehh…..” huahahaha.. asyikasyikasyik! Makan gratis! Memek
gratis! bonus daleman sama uang pula! Hahaha..!” seru pak Giman
kegirangan
“ehh..! tapi sepi nih kalo ngga ada minuman..” celoteh pak Waluyo
“ahh pikiran lu yok..! gampang lah ntu, ntar gua beliin! Yang paling mahal sekalian! Hahahaha…”
“BUWAHAHAHAHAHA….!!!!” Tawa mereka bertiga lepas dan memenuhi ruangan
tempat mereka berada, senyum keji menyungging dimasing-masing wajah
keempat bandot tengik itu. terbayang dalam otak mereka apa saja yang
akan mereka lakukan pada tubuh wanita cantik itu selama seminggu ke
depan. Hal-hal yang diluar batas kemanusiaan pasti!
“moy bangun moy! Udah siang! bangun isepin kontol gua!” teriak pak Giman sambil menepuk-nepuk pipi Angel dengan keras.
Angel masih belum meresponnya. Tapi tiba-tiba tubuhnya mengejang pelan..
ternyata tubuhnya baru saja orgasme! Karena jari pak Waluyo terus
mengoreki vaginanya sejak tadi, hanya sedikit saja cairan cintanya yang
menyembur dari dalam rongga vaginanya. Mereka berempat tertawa-tawa
melihat itu, terutama pak Waluyo yang telah membuatnya orgasme dalam
kondisi Angel masih pingsan. Akhirnya Angel bangun juga, matanya terbuka
setengahnya karna tubuhnya terasa masih sangat lemah tak bertenaga. Ia
merasakan ngilu pada daerah selangkangannya terutama anusnya, juga pada
wajahnya karena kemarin pak Waluyo membabi buta terus memukuli wajahnya
hingga meninggalkan rasa sakit yang belum hilang seutuhnya. Ia juga
merasakan perih pada dadanya terutama putingnya, mereka bertiga tak
henti-hentinya mengenyoti dan menggigiti payudaranya semalaman dengan
buas. Pandangan matanya masih belum jelas seutuhnya,.. tapi ia bisa
melihat ketiga bandot yang telah menyiksanya semalam sedang mengelilingi
tubuhnya dan tertawa-tawa liar, ia juga melihat Pak Empet yang kini
telah bergabung dengan mereka. Ketakutan dan panik kembali menyelimuti
pikiran Angel, entah penyiksaan macam apa lagi yang akan mereka lakukan
pada tubuhnya setelah ini batin Angel khawatir. Ia hanya bisa pasrah di
tengah keputus-asaannya.
“ehh non amoy udah bangun.. mmm atit ya memek ama silitnya..? aciannn…! Hahahahahaa” tawa pak Waluyo terbahak-bahak
“mmem..ma..maaf..tuan.. saya haus sekali, bolehkah saya minta makanan
dan minuman ? saya mohon.. kasihani saya..” kata Angel dengan terbata
Sungguh naas sekali, peristiwa yang sangat memilukan.. dimana sang
nyonya rumah yang harusnya berkuasa di istananya malah kini justru
dialah yng mengemis-ngemis belas kasihan untuk mendapatkan sesuap
makanan setelah semalaman tubuhnya jadi obyek pelampiasan nafsu binatang
oleh para tamu tak diundang.
“lu mau pake bayar pake apa kalo kita kasih makan sama minum?” Tanya Pak Empet dengan wajah merendahkan
Angel gelagapan mendengar kalimat memuakan itu, dia kebingungan
menjawabnya. Dia benar-benar merasa terhina dengan pertanyaan Pak Empet
tersebut, dialah sang nyonya rumahnya! Dia yang seharusnya berkuasa atas
istananya! Tapi kini keadaan itu malah telah terbalik dengan jongosnya,
bahkan dia harus membayar untuk sesuap nasi yang dibelinya dengan uang
jerih payah suaminya! Benar-benar menyedihkan.. bandot itu benar-benar
sangat kejam dan tak berperikemanusiaan!
“ttt..ta..tapi kan..” desis Angel lirih. Ia bingung harus berkata apa untuk menjawab pertanyaan Pak Empet
“tapi apa?! Lu bisa nyervis kontol kita-kita nggak?”
“sa..saya..”
“bisa enggak!!” bentak Pak Empet dengan suara lantang. Melihat seorang
pembantu sedang mengerjai majikannya yang cantik jelita membuat gairah
ketiga pejantan itu membuncah, penis mereka kembali mengacung ingin
segera mencari penuntasan.
“iya pak saya bisa..” jawab Angel lirih
“trus..?”
“mmmm saya… akan.. layani anda tuan…” balas Angel dengan ragu, terlihat jelas wajahnya semakin pucat karna takut
“mereka bertiga enggak?” tegas Pak Empet
“ba..baiklah tuan, saya akan layani anda dan teman-teman anda sampai
puas tapi tolong beri saya makanan tuan…” jawab Angel terisak, pipinya
mulai berlinangan air mata. Keempat pria tua itu kembali tertawa tawa
terbahak saat mendengar jawaban-jawaban yang bernada pasrah dan
kekalahan keluar dari bibir mungil Angel.
Setelah perundingan itu telah disepakati kedua belah pihak, Pak Empet
lalu memberikan Angel makanan dan minuman sesuai kesepakatan mereka. Tak
lupa Pak Empet kembali menyuruh Angel untuk meminum ketiga tablet obat
yang diberikannya kemarin. Melihat kondisi Angel yang sudah sangat
kepayahan, Pak Empet memutuskan untuk memberikan Angel pil penambah
stamina untuk berhubungan intim, ia tak ingin Angel K.O duluan sebelum
mereka selesai mempermainkan tubuhnya. Rakus sekali.. Angel sampai
menghabiskan 2 piring nasi dengan ayam goreng sebagai lauknya dan 2
gelas susu hangat, selain itu ia juga sempat menghabiskan beberapa butir
anggur. Tak biasanya ia makan sampai sebanyak ini. keempat bandot
itupun tak kalah rakusnya, mereka melahap makanan yang dihidangkan Pak
Empet dengan rakusnya, jarang sekali mereka bisa makan makanan enak
seperti ini. mereka makan bersama-sama diruang makan rumah itu,
terkadang mereka bergantian menyuapi Angel. setelah selesai, mereka
kembali membopong tubuh mungil Angel karena Angel sudah tak mampu lagi
untuk berjalan. Mereka membawanya kedalam kamar mandi kamar Angel,
disana mereka memandikan Angel secara beramai-ramai sekaligus mereka
juga membersihkan diri mereka sendiri. Mereka kembali melecehkan Angel
dan meraba setiap jengkal tubuh Angel sesuka hati saat memandikannya,
dan kembali air mata Angel mengalir membasahi pipinya namun tersamarkan
oleh desiran air shower yang menerpa tubuhnya sehingga tak ada satupun
dari mereka yang melihatnya menangis atau mendengarnya menangis. Selesai
memandikannya, mereka lalu menyuruh Angel untuk merias diri secukupnya.
Saat itu selangkangan Angel sudah cukup membaik sehingga Angel bisa
mencapai tempat duduk di depan meja riasnya tanpa bantuan keempat bandot
itu, meskipun ia harus mengangkangkan kakinya dan sedikit menyeret
sebelah kakinya saat berjalan yang tentu saja membuat keempat bandot itu
terkekeh-kekeh melihatnya. Tak lupa, para bandot itu lalu menyuruhnya
mengganti seprei ranjangnya yang sudah acak-acakan dengan yang baru,
tentu saja Angel kesusahan melakukannya karena rasa ngilu masih
menghantui selangkangannya, dan tentu saja keempat bandot itu kembali
cengengesan saat melihatnya, itu menjadi hiburan tersendiri bagi mereka.
Baru setelah itu Pak Empet menarik tubuh Angel kemudian membaringkannya
di ranjang besar itu lalu ketiga rekannya mengikutinya mengelilingi
tubuh wanita cantik yang sudah pasrah itu. lalu mereka mulai bergiliran
menjamah setiap jengkal bagian tubuh Angel dengan buasnya, mereka
memainkan tubuh Angel dengan sepuas hati sebelum akhirnya penis mereka
mulai bergiliran menjejali setiap lubang ditubuh Angel yang muat
dijejali penis mereka. Mereka membolak-balik tubuh Angel seenaknya,
meraba, meremas dan menjilati setiap lekuknya sesuka hati mereka tanpa
ampun. Seharian penuh mereka berempat bermain dengan tubuh putih mulus
Angel, mereka juga terus melecehkan Angel dengan ucapan-ucapan kotor
mereka dan hinaan mereka sehingga membuat mental Angel semakin hancur,
kemarin hancur menjadi batuan kecil sekarang hancur lebur menjadi debu
yang bisa dengan mudah diterbangkan oleh angin. Pak Empet dan pak Waluyo
juga sempat keluar rumah untuk membeli minuman keras dengan kadar
alkohol yang lebih tinggi dan lebih mahal dari yang pak Waluyo dkk bawa
kemarin, tentu saja untuk mereka minum dan juga untuk dijejalkan dalam
mulut Angel. Mereka juga menyempatkan untuk membeli beberapa bahan
makanan maupun makanan siap saji serta obat kuat untuk mereka berempat
dan juga untuk Angel agar mereka bisa memakai tubuh Angel sepanjang hari
begitu juga sebaliknya Angel akan bisa melayani hasrat binatang mereka
sepanjang hari. Begitu juga dengan 6 hari ke depannya, mereka terus
menerus menggarap tubuh Angel tanpa membiarkannya untuk beristirahat
kecuali saat makan! Mereka berempat selalu memandikan tubuh Angel setiap
paginya dan di saat yang bersamaan mereka juga tetap mengerjai
tubuhnya. Mereka menjadikan setiap lubang ditubuh Angel sebagai tempat
pembuangan bagi sperma busuk mereka, bahkan pak Waluyo dan pak Giman
pernah dengan iseng menyemprotkan sperma kental mereka ke dalam lubang
hidung dan telinga Angel! telinga Angel langsung berdengung seperti saat
telinga manusia pada umumnya saat kemasukan air, bedanya ini ‘sedikit’
kental. ia sampai harus bersusah payah untuk mengeluarkannya. Setiap
penis salah satu dari mereka telah menyemburkan pejunya di dalam vagina
Angel, penis lain segera menggantikannya! Seolah mereka tak ingin
membiarkan liang vagina Angel bebas dari penis mereka walau hanya untuk
sesaat! Terkadang mereka juga menjejalkan penis mereka secara bersamaan
kedalam ketiga lubang Angel, vagina, anus dan mulutnya! Angel
benar-benar pasrah saja diperlakukan seperti itu, tak ada keberanian
atau kesempatan untuk melawan mereka.. tak akan.. selama 7 hari itu pula
Edwin terus mencoba menghubungi ponsel Angel 2-3 kali dalam sehari, dan
Pak Empet membiarkan Angel mengangkat telfon itu agar Edwin tidak
merasa curiga. 7 hari telah berlalu, pagi itu pak Supri dan kedua
temannya, pak Waluyo dan pak Giman sudah beres-beres dan membersihkan
diri, mereka tidak mengenakan pakaian lusuh seperti yang mereka pakai
saat pertama kali masuk ke rumah Angel, mereka telah membuangnya di
tempat sampah. Mereka mengenakan pakaian yang mereka curi dari dalam
lemari Edwin. Mereka merasa sedikit lebih berkelas saat memakai pakaian
mahal itu. sementara Angel masih tergolek pingsan di ranjangnya yang
kondisinya tak jauh beda dengan kondisi pemiliknya yang saat ini masih
tergolek tak berdaya diatasnya, acak-acakan, kotor dan ‘basah’. Pak
Empetlah yang menyuruh mereka untuk segera beres-beres karena majikannya
akan segera pulang dari luar negeri beberapa jam lagi. memang masih
cukup lama, tapi tentu saja Pak Empet perlu waktu untuk kembali
merapikan rumah majikannya tersebut dan memulihkan kondisi Angel, istri
majikannya. Pak Empet memberikan mereka sebuah koper berisi uang senilai
sekitar seratus juta rupiah seperti yang dijanjikannya satu minggu yang
lalu saat mereka telah sampai di depan gubuk bengkel milik pak Supri ..
rupanya Pak Empet telah sampai mengantarkan mereka pulang ketempat itu,
mata pak Supri , pak Waluyo dan pak Giman nanar begitu melihat uang
sebanyak itu dihadapan mereka, belum pernah sebelumnya mereka memiliki
bahkan hanya sekedar melihat sedekat ini uang sebanyak itu, mereka
terlihat sangat bahagia sekali dengan kebaikan Pak Empet pada mereka.
“wah.. makasih banget lho pet, lu emang teman kite yang paling baik..
udah ngasih nginep dirumah mewah gratis, makan enak gratis, pakaian
mahal gratis, terus ini juga uang sebanyak ini.. hehehe.. tapi yang
paling muantep ya memek gundik lu itu pet.. hahahaha!!” kata pak Supri
cekikikan
“iya bener lu Pri, salut dah gua ma lu! kalo besok-besok lu ada masalah
bilang aja ma kita.. pasti kita bantu deh..! iya kan…!” timpal pak
Waluyo
“yoi..” pak Giman dan pak Supri menjawab bersamaan.
“tapi kapan-kapan mampir lagi boleh dong Pet, maklum nih kontol gua ga
bisa jauh-jauh dari meki majikan lu.. hehhehee..” terang pak Giman
“hahahaha.. gampang deh itu semua bisa diatur.. ntar gua bilangin deh
sama die kalo kalian pengen ‘main’ bareng lagi.. hehehehe,,”
Mereka masih terus berbincang beberapa saat sampai akhirnya Pak Empet
memutuskan untuk segera kembali pulang ke rumah majikannya.
“gua duluan ya bro, kapan-kapan gua undang lagi deh kalo majikan gua mau
ngadain pesta.. hehehehe…” kata Pak Empet mengucap perpisahan pada
teman-teman barunya sambil menginjak gas mobil mewah majikannya dan
bergegas pergi dari tempat itu.
“yoi! ati-ati! Tingkiu ya bro! titip salam buat gundik lu ya!! muaacchhhhh!! Hehehe” balas pak Supri sambil tersenyum puas.
Mereka bertiga lalu berjalan masuk ke dalam gubuk itu kemudian
mendiskusikan pembagian uang itu atau bagaimana mereka akan
menggunakannya.
“teet..teeett…” suara bel rumah Angel berbunyi nyaring.
Rupanya Edwin telah sampai rumahnya dengan menumpang taxi.. ia sengaja
tidak memberitahukan waktu tibanya di rumah kepada Angel karena ia ingin
membuat kejutan untuk istri cantiknya. Angel segera bergegas mengayuh
kursi rodanya menuju pintu utama rumahnya sambil mengira-ngira siapa
tamunya.. mungkinkah itu suaminya?? Batin Angel dalam hati..Angel
menggunakan kursi roda?? Ya! akibat ulah pembantu dan ketiga tamu tak
diundangnya beberapa hari kemarin pada kedua lubang di selangkangannya
membuatnya sudah tak bisa berdiri lagi.. mungkin satu dua hari, dan
setelah itu Angel akan mampu berjalan lagi namun tidak setegak biasanya.
Oleh karna itu Pak Empet mempunyai ide untuk memberikannya kursi roda
dan menyuruh Angel berpura-pura kakinya sedang sakit sehingga Edwin
tidak perlu curiga. Lagipula dengan begitu Edwin akan merasa simpatik
pada istrinya dan tidak akan meminta ‘jatahnya’ sehingga ia tidak perlu
terkejut melihat cupangan dan bekas gigitan di sekujur tubuhnya saat
melihat tubuh istrinya dalam keadaan telanjang, paling tidak ia hanya
bisa melihat bekas cupangan yang ditinggalkan para ‘eksekutor’ istrinya
kemarin pada bagian leher nya saja.. dan Angel sudah menyiapkan alasan
untuk itu.. mungkin gatal-gatal atau apalah.. alasan itu akan dapat
membuat Angel bertahan berhari-hari tanpa harus melayani suaminya
sehingga ia mempunyai cukup waktu untuk mengembalikan kondisi tubuhnya
seperti semula dan mungkin juga mentalnya… ya.. walaupun tidak akan
seutuhnya lagi tapi paling tidak ia masih akan bisa ceria di depan
suaminya. Angel membukakan pintunya, ia terkejut bercampur bahagia saat
melihat suaminya yang berdiri di depannya, Edwin tidak sendiri, turut
bersamanya Erline, adik perempuannya yang pindah kerja ke kota ini,
sehingga ia akan menginap selama beberapa hari hingga menemukan kost
dekat tempat kerjanya yang cocok. Angel merasa terharu.. air matanya
mulai berlinangan di sekitar pipi mulusnya. Sementara itu tentu saja
suami dan adik iparnya kaget melihat kondisinya duduk di atas kursi
roda, namun akhirnya mereka mengerti setelah Angel menjelaskannya. Ia
lalu memeluk tubuh istrinya lembut, dia membisikan kata-kata rayuan
betapa rindunya dengan istrinya yang cantik jelita itu. mereka terlihat
sangat mesra.. mereka berpelukan dengan sangat erat saling melepas rindu
layaknya sepasang kekasih yang telah berpisah untuk waktu yang sangat
lama sampai Erline diam-diam ke toilet untuk membiarkan mereka berduaan.
Sementara itu sesosok manusia bertubuh gempal berkulit hitam legam
memperhatikan mereka tak jauh dari tempat mereka.. ia terkekeh melihat
kejadian itu.. senyum licik menyungging lebar di wajahnya.. ya.. dialah
Pak Empet.
“Hehehe...adik iparnya ternyata...bening juga tuh...hehehehe....”
pikirnya dalam hati, entah apalagi yang ia rencanakan pada majikan
cantiknya selanjutnya juga pada adik iparnya yang tidak kalah cantik
itu.