Petualangan Vany 2
Sinar matahari sudah di ubun-ubun kepala. Suasana sebuah kos di satu
daerah di bilangan Jakarta Selatan sunyi senyap. Maklum penghuninya yang
rata-rata mahasiswi jam segini pada masih di kampus. Tapi, di kamar no.
13 di lantai 2, sesosok tubuh sexy baru menggeliat bangun. “Uuuukkkhh..
kepala gue masih agak cenut-cenut nih” batin Vani sambil berusaha untuk
duduk di ranjangnya. Tiba-tiba Vani seperti menyadari sesuatu “Eh, kok
gue cuma pake atasan? Mana celana gue? Mana tong gue juga?” pikir Vani
kebingungan. Vani memang cuma memakai pakaian halter pink, dengan
bawahan polos. Sehingga mhemeknya yang tak berjembi dan montok terkespos
dengan jelas. Perasaan Vani juga semakin tidak enak karena halternya
juga dalam kondisi terbuka sehingga toked Vani yang besar tidak tertutup
apa-apa. Deg-degan Vani menjulurkan tangan kanannya ke selangkangannya.
Jari tengahnya dimasukkan ke sela-sela bibir mhemeknya dan masuk ke
lubangnya sedikit. Jantung Vani berpacu semakin cepat karena terasa ada
cairan agak kental di lubang memeknya. Pelan-pelan dikeluarkan jarinya
sambil membawa cairan tersebut. Diujung jari Vani terlihat cairan agak
kental berwarna putih. Dari baunya Vani langsung tau “PEJU SIAPA
INIIIIII…????” jerit Vani histeris.
Vani mandi cepat-cepat (tidak
lupa menyemprot kencang-kencang mhemeknya untuk membersihkan peju yang
tersisa). Berpakaian sekadarnya, dan langsung celingak-celinguk di
kosnya. Seperti yang bisa ditebak, tidak ada siapapun selain Vani. Tapi
hendak masuk ke kamarnya, Vani berpapasan dengan Mirna dan cowoknya, si
Tono. Kelihatannya mereka habis beli makan siang. Mirna seperti biasa
langsung melengos melihat Vani. Tapi, si Tono memandang Vani dan
tersenyum malu-malu. Vani cuek aja dan masuk lagi ke kamarnya. Vani
langsung menghempaskan pantat semoknya ke ranjang. Dengan muka tertekuk,
Vani mencoba mengingat-ngingat setiap kejadian semalam di pestanya si
Angel di X2.
Malam sebelumnya. Pulang kuliah sore itu, Vani langsung
mandi dan berdandan. Malam itu perayaan ulang tahun sahabatnya di
kampus, Angel. Pestanya diadain di X2 (di Plasa Senayan bagi yang ga
tau). “Harus dandan habis nih gue, mumpung si Albert ga ikutan” batin
Vani. FYI, Albert itu cowoknya Vani. Halter pink Bebe dengan belahan
cukup rendah untuk menunjukkan 1/2 bagian toked putih Vani yang
menyembul menantang, celana pendek warna hitam, wedges merah hitam,
kalung tipis menghiasi leher, dan setelah tambahan beberapa aksesories,
Vani pun puas mematut dirinya di hadapan cermin. “Sapa tau ada cowo
tajir kecantol. Mumpung Albert masih di Singapore batin Vani puas dengan
dandanannya.
Tiba-tiba HP Vani berbunyi. Dari Angel. “Halo Ngel.
Udah mo sampe”. “Van, sory ya. Noel telat. Kelamaan kalo jemput elu.
Jadi si Boris yang jemput ya. Paling bentar lagi dia nyampe” jawab Angel
penuh penyesalan. “Ya udah deh” jawab Vani pasrah. “Yah, ada Boris. Ga
bisa bebas deh gue. Pasti ngelapor ke Albert kalo gue macem-macem” pikir
Vani agak sebal. Boris tuh sohib kentel Albert. Benar kata Angel, nggak
ada 5 menit mobil Soluna Boris sudah di depan kost Vani. Tidak menunggu
Boris menjemputnya ke dalam, Vani langsung ke halaman menghampiri mobil
Boris. Si Boris yang baru keluar mobil, langsung terpana melihat Vani.
Ya iyalah, cowok normal mana yang tidak akan nelen ludah liat cewek sexy
habis dengan toked yang 36C yang menggunung indah terekpos setengahnya.
Hot pant Vani menunjukkan paha putih mulusnya. Tidak memperdulikan
pandangan mesum Boris, Vani langsung masuk dan menghenyakkan pantatnya
di jok mobil. “Ayo jalan Ris. Kita udah telat neh” perintah Vani. Tidak
usah disuruh, Boris langsung melesatkan mobilnya menuju X2. Jam sudah
menunjukkan pukul 23.00WIB.
Boris yang berambut kriting Afro kurang
konsen dalam menyetir mobil. Matanya bolak-balik melirik toked dan paha
Vani. “Hoki banget si Albert punya cewe hot habis kaya gini. Asemm..
jadi konak gue” batin Boris. Vani bukannya ga tau kalo si Boris
lirik-lirik belahan dadanya. Tapi doi pasang tampang so cool. Story-nya,
sebelum Albert nembak Vani, Boris udah ngejer-ngejer duluan. Nah
ditolaklah dengan sukses. Tapi story ini penulis belum bisa
konfirmasikan kebenarannya hehe. Long story short, sampailah mereka di
X2.
Belagak gentlement, Boris langsung bayarin Vani sekalian, yang
orangnya lagi sibuk tele-tele dengan Angel. Angel, Noel Cowoknya, dan
beberapa temen lainnya ternyata udah di dalam. Sudah nge-reserve Sofa
segala buat spot mereka di lantai RnB. Begitu Vani melihat Angel dan
temen-temennya, biasalah langsung ribut cipika cipiki. Di meja sudah ada
kue tart mini dengan lilin angka 19 di atasnya, dan minuman (ga jadi
sebut merk. Disangka promosi) beberapa botol juga sudah siap. Ritual
ulang tahun seadanya, lalu mereka langsung turun. Angel yang cantik dan
anggun malan itu menggunakan mini dress warna hitam. Kontras banget
dengan kulit putihnya. Angel langsung turun ngikutin hentakan musik RnB,
berpasangan dengan Vani. Berdua mereka joget dengan hotnya. Beberapa
ABG yang seperti biasa langsung sadar ada barang bagus, mulai
menghampiri dengan ikut joget di sekeliling Angel dan Vani. Tapi,
sebentar saja sudah nyingkir melihat ada 2 gorilanya datang, si Noel dan
Boris (terutama si Boris nih. Tinggi, gede, rambut kribo. Siapa yang
tau dia taroh apaan aja di dalam rambutnya). Angel berpasangan dengan
Noel, Vani dengan agak malas ngaledenin Boris.
Party malam itu heboh
dan rame banget. Minuman terus ngalir (emang tajir si Noel). Nah, ada
nih satu minuman kegemaran Vani, yang naiknya pelan. Tapi, begitu mulai
naik, si Vani jadi agak hyper. Jogetnya makin hot. Dan, libido nih lonte
juga ikut naik. Pas jojing bertiga sama Angel dan Gina, Vani sudah
mulai ngerasa makin horny. Selangkangannya mulai agak berkedut-kedut.
Semakin heboh goyangannya, semakin kuat kedutan di bibir-bibir
mhemeknya. Apalagi selama goyang, tubuh Vani bergesakan terus dengan
tubuh Angel & Gina. Vani goyang sambil menggigit bibirnya. Vani ga
sadar Angel berteriak di telinganya “Van.. gue ngaso dulu yahh… Lo masih
mo goyang?”. Karena Vani ga ngerespon, Angel dan Gina langsung balik
lagi ke meja. Boris yang dari tadi ceng-gur, liat kesempatan karena Vani
joget sendirian. Dia nyamperin, dan sambil ngedorong satu anak ABG
dengan pakaian full HipHop menyingkir, Boris ngimbangin goyangan Vani.
Pertama-tama
Boris sudah siap kalo Vani bakal nyuekin dan balik ke meja. Boris malah
agak kaget karena Vani malah mengimbangi dance Boris. Jelas Boris jadi
makin semangat, karena Vani goyang makin hot, dan tidak jarang tokednya
menempel di badan Boris. Liat sepasang toked lompat-lompat di depan
mata, Boris jadi makin horny. Dia jadi makin berani. Pertama-tama, Boris
coba taroh tangannya di punggung Vani. Karena Vani ga nolak, Boris
makin berani dengan menarik badan Vani lebih menempel ke badannya. Habis
itu udah deh, setiap goyangan Vani berarti gesekan kuat tokednya dengan
badan Boris.
“Hmmmpff… puting gue jadi negang nih. Enak banget
kegesek-gesek badan Boris desah Vani dalam hati. Oiya lupa bilang. Vani
jelas tidak pake bra. Jadi setiap gesekan di dadanya, langsung kena
putingnya. Boris juga sadar banget kalo puting Vani menegang. “Wah ni
anak horny toh. Gue garap bisa kali ya” pikir mesum si Boris. Melihat
Angel, Noel dan anak-anak lain juga mulai turun dance lagi, si Boris
memulai siasatnya dan menggiring Vani ke sofa. “Van, kita duduk minum
dulu yuk”ajak Boris, menggiring Vani ke sofa sambil meremas-remas pantat
montok Vani.
Di sofa, Boris langsung mengangsurkan se sloki penuh ke
Vani yang ditenggak Vani dengan cepat. Wajah Vani sudah memerah. Tidak
menunggu lagi, Boris langsung menyosor bibir Vani dan melumatnya dengan
rakus. Vani agak gelagepan awalnya, dan mencoba mendorong menjauh Boris.
Tapi, tangan kiri Boris langsung menyelusup ke balik halter Vani, dan
dengan ganas meremas-remas toked sekal Vani. Remasan-remasan memutar di
bongkahan tokednya, diselingi dengan pilinan-pilinan puting Vani yang
besar membuat gairah Vani langsung membumbung tinggi. “Haahhh…
hhmmppfffh…sshhhh..” desah Vani dengan nafas memburu di sela-sela
lumatan bibir Boris. Mhemeknya semakin basah dan gatalnya nyaris tidak
tertahankan untuk digaruk dan digesek-gesek.
Karena saking
bernafsunya, kaki Vani bergerak serampangan dan terbentur meja. DUG!
Sakitnya langsung sedikit menyadarkan Vani. Eh, kok gue cipokan dengan
Boris? “Minggir lo Rissss..!!” jerit Vani sambil berusaha mendorong
Boris. Tapi Boris yang horny habis, malah mengeluarkan toked Vani dari
balik halter kedua-duanya, meremasnya dan berusaha mengisapnya.
Mati-matian Vani berusaha mendorong Boris. Rasanya sia-sia saja. Vani
sudah hampir pasrah, ketika tiba-tiba badan Boris terangkat.
“Gila lo
ya Boris!” maki Noel yang mengangkat tubuh Boris dari tubuh Vani. Boris
didorong agak kasar menjauh oleh Noel. “Napa sih Noel? Dia sendiri yang
mau kok!” teriak Boris tidak kalah keras. “Woe, gue lihat sendiri Vani
mati-matian nolak lo. Lo jangan maksain nafsu lo ya, ke bokin sohib
sendiri” tegas Noel garang. Boris seperti kembali sadar dan tau kalo
sia-sia saja menjelaskan, karena Noel dan lainnya cuma melihat pas
bagian akhir (kasian deh lo Boris wkwkwkwk). “Sorry bro. Gue cuma kebawa
nafsu. Sory ya Vani” ujar Boris ke Vani. Setelah itu, Boris langsung
ngeloyor pergi.
Vani diantar pulang oleh Noel dan Angel. Noel
menyetir, Angel menemani Vani di jok belakang. Angel ngerti banget si
Vani. Sambil memeluk Vani, Angel berbisik “Lo horny banget ya Bel?” Vani
mengangguk malu-malu. “Udah sempet keluar blom pas tadi lo digarap sama
Boris?” selidik Angel lebih lanjut. “Belum Ngel. Amit-amit deh. Tapi,
gue jadinya nanggung banget” rengek Vani pelan. Vani masih merasakan
putingnya tegang dan mhemeknya berkedut-kedut minta dijamah. Tiba-tiba
Angel berkata tegas ke Noel yang lagi sibuk nyupir “Noel, ga boleh
noleh-noleh ke belakang sampai di kost Vani. Trus, spion tengah naikin.
Jangan sampe keliatan jok belakang”. “Siap bos” jawab Noel sambil
cengar-cengir dan belagak naikin posisi spion tengah. Padahal sebenarnya
malah diturunin biar pemandangan jok belakang makin kelihatan jelas.
Noel tau jelas apa yang akan terjadi selanjutnya.
Pelan-pelan jemari
lentik Angel menyusup ke balik halter Vani. Membelai kulit mulus toked
Vani dan bergerak memutar mengitari gunung mulus itu. Diiringi remasan
perlahan, jari Angel mulai membelai puting Vani yang makin menegang.
“Ssshhh….mhhhhhh….hhmmmmm….” desahan erotis Vani mulai terdengar. Sambil
memejamkan mata, Vani membayangkan Albert sedang bermain-main dengan
tokednya. “Kerasin dikit remesnya..”pinta Vani pelan. Angel menuruti
dengan memperkeras cengkraman tangannya di toked Vani. “Buset, perasaaan
tambah gede aja toked si Vani. Tangan gue ga cukup” batin Angel agak
iri. Angel menyingkap ke samping halter Vani, sehingga kedua tokednya
muncul utuh, membusung besar. Kedua tangan Angel yang penuh dengan
daging kenyal tersebut, meremas-remas dengan kasar (Angel tau Vani suka
tokednya diremas-remas kasar). Kemudian Angel mulai menjilati puting
Vani. “Akkhhh….hhhmmppffff… enak.. terusinnn…” erang Vani yang dibanjiri
libido tinggi.
Noel yang menyetir pelan-pelan, menikmati pemandangan
erotis di jok belakang dengan penuh nafsu. Dia senang banget melihat
ceweknya, Angel, dengan rakus melahap kedua toked Vani. Noel melihat
Angel sudah bersiap masuk ke menu utama, karena tangan Angel mulai
bergerak untuk membuka resliting hot pant Vani. Begitu jari Angel
menyusup ke balik tong Vani, Angel langsung sadar betapa horninya Vani
“Van, mhemek lo udah banjir banget” ujar Angel yang mulai nafsu juga.
“Please kocokin Ngel” rajuk Vani memelas. Tanpa diminta dua kali, dua
jari Angel langsung menyusup ke sela-sela bibir montok mhemek Vani dan
mulai mengocok lubangnya. Bunyi kecipakan becek mulai terdengar heboh di
mobil Noel. Cuma kalah oleh erangan nafsu Vani yang menggila “Oaaahhh…
Aaahhhhh.. Aeehhhhhh….Hahh..hahhhh…iya..iya.. gitu terusinn…”. Angel
menjawab erangan Vani dengan meremas dan mengisap-ngisap putingnya, dan
semakin cepat mengocok mhemek Vani. Tidak sampai 2 menit, badan Vani
menegang hendak mencapai puncak. “OOAAAAAHHHH……HHHAAAAHHHHHHH…..” jerit
orgasme Vani sambil kelonjotan didera gelombang orgasme yang meledak di
selangkangannya. Orgasme yang kedua langsung menyusul tanpa jeda. Vani
sampai terbungkuk mencengkram pundak Angel kuat-kuat
“SHIIIIIITTTT…..OOOUUUGGHHHH…!!!”. Angel merasakan sedikit semburan
dalam mhemek Vani.
Vani tergolek lemas dan puas di jok belakang.
Tidak sadar Angel memperbaiki pakaian dan celananya. Noel tiba-tiba
berkata “Honey, lo malam ini tidur di apartemen gue ya”. Angel cuma
tersenyum sambil menggigit bibir bawahnya dan mengangguk mengiyakan.
Angel tau apa yang akan terjadi malam ini. Seks panas dan kasar sudah
menantinya sepanjang malam. 5 menit kemudian Noel dan Angel sudah
memapah Vani ke kamar kosnya. Begitu menyentuh bantal, Vani langsung
jatuh tertidur tanpa sempat mengganti pakaian. Noel dan Angel langsung
melaju menuju apartemen Noel, dan lupa mengunci pintu kamar Vani.
Kembali
lagi ke hari ini. Vani masih berpikir keras siapa gerangan yang
mengenthot dirinya ketika tidur. Kecurigaan awalnya adalah pada Noel.
Tapi, Vani langsung menepis dugaan itu. Ada Angel semalam. Noel ga akan
berani macem-macem. Apa mungkin Boris? Bisa saja dia mengikuti mereka
pulang, dan langsung masuk ke kamar Vani ketika Noel-Angel pulang. Untuk
memastikannya, Vani langsung menelpon Boris. Ketika tersambung, di
ujung sana suara Boris langsung memelas “Van… Gue betul betuulll minta
maaf soal semalem. Sorry banget Van. Gue betul-betul ga bisa nahan liat
lo begitu hot semalem. Pliss jangan bilang ke Albert. Gue khilaf doang.
Suer” berondong Boris. Vani langsung tau kalo bukan Boris pelakunya.
Kalo memang Boris yang ninggalin peju di mhemeknya, Boris pasti sudah
mengambil photo atau bahkan video adegan ngenthot tersebut. Dan
menggunakannya untuk memaksa Vani putus dari Albert atau sekedar
digunakan untuk sandera agar bisa minta jatah seks sewaktu-waktu.
Setelah basa-basi singkat, dan berjanji berulang kali bahwa Vani tidak
akan melapor ke Albert, akhirnya Vani bisa memutuskan sambungan telpon
tersebut. Vani jadi tambah bingung. Siapa sih yang ninggalin pejunya di
mhemek gue?
Pusing mikir, Vani beranjak keluar mau cari makan siang.
Melintasi kamar Mirna, tetangga kosnya anak Komunikasi, terdengar suara
Mirna yang cempreng dari jendela yang tidak tertutup sedang memaki-maki
cowoknya. Vani jadi terkikik karena mendengar sebab amarah Mirna adalah
konthol cowoknya ga mau berdiri padahal si Mirna sudah horny dan siap
tempur. Tapi, kalau Vani tau tentang kejadian tadi pagi, dia tidak akan
tertawa sebahagia itu.
Ini kejadian 3 jam sebelum Vani bangun. Kamar
sebelah Vani sudah heboh, karena Mirna mau keramas tapi kehabisan sampo.
Dipaksanyalah cowoknya, si Tono, minta sampo ke tetangga kos. Tono
reflek langsung menuju kamar Vani yang berada tepat di samping kamar
Mirna. Beberapa kali mengetok kamar Vani, tidak ada jawaban. Tono iseng
mencoba membuka pintunya, cuma buat ngecek ada orangnya atau nggak. Eh
terbuka. Masuklah Tono, dan langsung disuguhi pemandangan hot Vani yang
sedang tertidur dengan slebornya. Tokednya yang sebelah kanan menyembul
tanpa kain penutup. Sambil menelan ludah berkali-kali, Tono menggoyang
kaki Vani pelan “Van..Van..”. Tapi, Vani anteng aja tidur terus. Tono
cepat-cepat menuju kamar mandi Vani, mengambil sampo dan lekas-lekas
menyerahkannya ke Mirna. Begitu Mirna menutup pintu kamar mandi, Tono
langsung berlari menuju kamar Vani.
“Ouuhh rejeki nomplok” sorak Tono
kegirangan. Sudah lama Tono nafsu liat Vani. Sejak memacari Mirna, Vani
sudah jadi bacol Tono. (Bacol = bahan coli). Tanpa babibu, Tono
langsung melepas celana dan celana dalamnya. Kontolnya yang 11cm sudah
mengacung tegak. Dengan gemetaran Tono melepaskan hotpant Vani. Melihat
tong Vani yang berwarna hitam, Tono nyaris menangis terharu.
Diremas-remasnya pelang gundukan mhemek Vani. Vani cuma menggeliat
pelan, dan terus tidur. Tong Vani langsung dilepas dan dilempar ke
lantai. Paha Vani dibuka lebar-lebar, sehingga mhemek Vani yang bagai
bakpao itu terpampang dengan jelasnya. Tono langsung melesakkan
kontholnya dalam-dalam. “mmhhh…” terdengar desahan pelan Vani. Tono
sempat kaget. Tapi, ternyata Vani masih tetap tidur. “Uuuhhh peret
banget mhemek Vani… agak basah pula” erang Tono keeanakan. Tono langsung
masuk RPM tinggi. Mhemek Vani di kocoknya super cepat.
Plak..plak..plak.. slep..slep..slepp… bunyi benturan paha Tono ke paha
Vani terdengear ditingkahi bunyi kontolnya yang menggesek-gesek dinding
mhemek Vani. Melihat toked Vani yang berguncang-guncang heboh, Tono
langsung meraup dengan kedua tangannya. Tidak pernah seumur-umur Tono
meremas-remas toked sebesar itu. Dihisap-hisapnya putting Vani yang
besar mengacung sambil diremasnya kuat-kuat toked bongsor itu. Tidak
sampai tiga menit, Tono sudah mengejan-ngejan orgasme. Menembakkan
spermanya di dalam mhemek Vani. Ngos-ngosan, Tono tersenyum puas.
Cepat-cepat dipakainya kembali celananya, dan berlari riang kembali ke
kamar Mirna.
Nah, sekarang lo tau kan, kenapa Tono siang itu tidak
bisa ngaceng lagi demi Mirna? Dan misteri peju di mhemek Vani milik
siapa pun terpecahkan. Oya, sampai sekarang Vani tidak tau. Gue tau
karena teman Tono tempat dia ngember tentang keberhasilannya ngentotin
Vani adalah temen gue juga. Wkwkwkwk… Ga kebayang kalo Vani tau Tono
pernah ngenthotin dia.
Oke, cerita ini masih berlanjut sedikit.
Marilah kita kembali lagi ke saat sekarang (sorry ya alurnya maju
mundur. Sesuai hobi gue maju mundurin selangkangan), ke masa Vani yang
masih bingung siapa yang ngenthotin dia. Sekarang Vani sudah kenyang
habis makan. Tapi, masalah baru muncul. Horny-nya sebenarnya belum
terpuaskan. Sejak bangun sebenarnya mhemek Vani sudah berkedut-kedut
gatal. Cuma gara-gara masalah peju tidak jelas itu yang buat Vani
teralih sejenak. Berhubung sekarang sudah kenyang dan tenang, nafsu
seksnya naik lagi. Terapi finger dari Angel semalam cuma menyentuh
sedikit kepuasan Vani. Bahkan sebenaranya membuat Vani lebih horny lagi.
Sambil
menekan-nekan selangkangannya, Vani berpikir-pikir siapa yang bisa
diajak indehoy siang itu. “Aduuuhh.. napa sih Albert harus jauh pas gue
sange gini” runtuk Vani kesal. Nama Boris terlintas pertama, tapi
langsung dibuang jauh-jauh oleh Vani. Selain karena dia sohib Albert dan
tidak menarik, Vani tau si Boris cuma panas di awal doang. Paling
banter si Boris cuma bisa bertahan 5 menit di dalam mhemek. Vani tau itu
dari cewek si Boris, Renny. Dua nama lagi terlintas, langsung dikibas
oleh Vani. “Uuhh.. gue pengen ngerasain ngenthot kaya sama si Ethan
lagi” pikir Vani refleks. “Eh, ngapain gue mikirin si setan satu itu.
Sorry aja kalo gue sampe ngrendahin diri minta seks sama dia” tukas Vani
gengsi. Akhirnya Vani menelpon mantannya yang sebenarnya sudah
bertunangan, si Roland. Roland partner seks yang tepat untuk saat ini.
Pernah jalan sama Vani sekitar 6 bulanan, dan sekarang sudah bertunangan
dengan orang yang tidak mungkin dibatalkan oleh si Roland karena
keluarga mereka sudah sangat dekat. Dan Vani tau, Roland butuh harta
calon istrinya. Maka ditelponlah si Roland.