Anggie 3: Budak Seks
Sudah dua minggu itil ku di pasangi gembok oleh mas Hari dan mas
Mantri..aku demikian takut kalau kalau mas Aries tahu keadaan ku.. Aku
terus memohon kepada mas Hari dan Mas Mantri untuk melepaskan gembok
itu. Sementara itu setiap mas Aries mengajak bermesraan saya selalu
menolak dengan alasan yang beragam. Saya sangat takut mas Aries sampai
melihat ada gembok yang ter tindik di itil ku, apa lagi yang pegang
kuncinya ternyata orang lain.
Hari itu mas Aries sedang libur dan sedang berada di rumah. Tiba tiba
telepon berbunyi, mas Aries yang mengangkat, tidak berapa lama “Anggie,
kamu masak apa hari ini .. buat untuk empat orang ya…”kata mas
Aries..”buat siapa mas? siapa yang mau datang?” kata ku khawatir…”Hari
sama Mantri mau mampir.. Sudah lama mereka tidak main kesini” mendengar
itu jantungku langsung seperti copot “memang jarang main sama mas Aries
tapi sering mempermainkan istrimu mas…”
Aku pun menuruti dengan memasak 2 porsi lebih banyak… dan jantungku
berdegub kencang… tapi anehnya ada suatu rasa yang aneh juga
menghinggapi diri ku…Tidak berapa lama bel apartement kami berbunyi.
“Anggie tolong dibuka pintunya… saya sedang pakai baju” kata mas Aries.
Aku segera membuka pintu apartement…”wahhh nyonya rumah sudah nggak
sabar ketemu kita kayanya…”kata mas Mantri begitu pintu di buka.”mas apa
apaan sih…jangan keras keras nanti mas Aries dengar”kataku sambil
sedikit marah.”mumpung suami mu di kamar buka pakaian dalam kamu”kata
mas Hari dengan suara seramnya sambil menunjukan dua buah benda yaitu
sebuah DVD dan kunci gembok… aku tahu maksudnya.”mas tolong
jangan….”.”sudah lakukan saja sebelum suami kamu keluar..atau…”katanya
lagi sambil mengacungkan kembali kedua buah benda tadi. aku pun dengan
rasa sangat khawatir melepaskan bra dan celana dalam ku tanpa melepas
pakain luarku yang berbentuk terusan pendek dan berbahan sedikit
tipis..aku melepaskannya cepat2 takut jika tiba tiba mas Aries keluar.
Dan mas Mantri merebutnya dari tangan ku dan memasukannya di dalam tas
kecil yang dibawanya. Tidak berapa lama mas Aries keluar dari kamar dan
mereka langsung mengobrol. Sementara saya segera masuk dapur untuk
menyiapkan makan malam buat mereka semua.”mas Aries kok mbak Anggie
kelihatan makin seksi ya…”celetuk mas Mantri yang membuat darah ku
terasa mendesir..”ah bisa aja mas Mantri..gini nih kalau lama nggak
ketemu istri sendiri semua wanita dianggap seksi” jawab mas Aries..
mungkin dia hanya menganggap celetukan itu hanya gurauan tapi tidak bagi
ku.. Dengan perasaan yang gamang saya masuk dapur mengingat sekarang
saya hanya mengenakan pakaian luar yang sedikit pendek, tanpa pakaian
dalam.
Kemudian saya langsung menyiapkan makan malam kami… Saat makan aku duduk
bersebelahan dengan mas Aries sedang mas Mantri di depan ku
bersebelahan dengan mas Hari. Saat sedang menghirup soup hampir saya
tersedak. Saya merasakan sesuatu menyusup diselangkangan ku yang tanpa
celana dalam. Ternyata itu adalah jempol kaki mas Mantri. Dengan mata
melotot saya memberi isyarat protes kepada mas Mantri, tapi dia juga
nggak kalah sigap dengan sedikit isyarat kepada mas Hari, maka mas Hari
mengeluarkan kunci gembok itil ku, memainkan sedikit kemudian
mengantongkannya lagi. Itu merupakan isyarat yg jelas bagi ku….”kunci
apaan tuh mas Hari.. kecil amat kuncinya, kaya kunci mainan” kata mas
Aries ” oh… ini emang kunci mainan kok… kunci ini buat mengendalikan
mainan kami..”kata mas Hari dingin. Saya langsung terdiam… dan ibu jari
mas Mantri pun bermain main dengan leluasa di vagina ku. Dengan sedikit
isyarat dia melebarkan kaki ku… dan mulai memainkan kemaluan ku…. heran
dimana dia belajar memainkan vagina dengan kaki,… tapi rasanya nikamt
sekali… sehingga tanpa sadar tiba tiba saya melenguh…”engghhhh..” Mas
Aries tampak terkejut… “kenapa kamu Anggie..” aku sedikit gelagapan
mendengar pertanyaan itu….”hmmm ini mas soupnya…”. ” wah, Mbak Anggie
keenakan ya…” kata mas Mantri… Saya tahu maksud sindirannya sehinggak
semakin tidak bisa berbicara..
“hmm soup bikinan kamu emang enak kok gie..benerkan mas Mantri, mas
Hari?” kata mas Aries.”yaaa….betulll…”kata mereka serempak.saya tahu
benar maksud mereka. Kalau saja ada yang memperhatikan, wajahku sudah
sangat merah menahan malu.
Setelah makan malam mereka beranjak keruang keluarga yang merangkap
ruang tamu ku. Mas Hari aku lihat mengeluarkan sebuah botol Soju minuman
keras Khas Korea. “mas aries kamu jangan ikut minum ya..”kata ku tidak
setuju kalau mereka minum minum.”wah nggak apa lah mbak Anggie dikit
ajaa…”kata mas Mantri.”iya sedikit saja …ini Soju nomor satu loh sayang
kalau nggak diminum …”timpal mas Hari. “sedikt saja honey..”kata mas
Aries seolah memohon persetujuan…”baik sedikit saja…”kataku masih dengan
rasa yang sedikit mengganjal sebenarnya.
Setelah itu aku bergegas ke Dapur untuk merapih kan dapur. Sambil
merapikan dapur saya terus merenung memikirkan keadaan saya yang telah
jadi budak sex mas Mantri dan mas Hari. Bahkan saat ini ketika ada mas
Ariesta di Apartemenku sendiri aku sudah tidak memakai pakaian dalam
atas perintah mereka. Tiba tiba aku merasakan sesuatu menyusup kedalam
rok ku dan menyentuh itil ku. Diriku benar benar tersentak. Ternyata itu
tangan mas Mantri.”mas apa apaan ini, bagaimana kalau mas Aries tahu…”
kata ku..”sudah tenang saja mas Aries mu sedang asik di cekoki Hari”
jawab Mantri kalem. saya terus berontak tapi kini malah tangan kirinya
ikut menyusup kedadaku.”jangan terus berontak nanti malah jadi perhatian
mas Ariesmu..”katanya, aku langsung berhenti berontak mendengar kata
kata itu…
Dari belakang tangan mas Mantri mulai mempermainkan puting ku..meremas
remas buah dadaku.. sedang tangan kanannya menyelusup kedalam celah
vagina ku, mempermainkan lubang kencing dan itil ku yang tergantung
gembok kecil… ”shhhhh ahhh….”aku mulai mendesah..kurasakan vaginaku
mulai basah….aku benar benar takut mas Aries mendengar desahanku dan
menghampiri diri ku di dapur.
Mas mantri mulai menyibak pakaianku…membalikan diriku sehingga menghadap
dirinya, dia mulai berani melumat bibirku…dan menarik keatas pakaian
ku..dan muali kembali meremas2 buah dada ku…dengan sekali2 memilin milin
puting ku….dan akhirnya mulutnya mulai bermain di puting ku sedang
tangannya beralih ke vagina ku dan memainkan gembok di itil ku…”aghhhhh…
masss…” aku mendesah pelan sekali seperti berbisik… takut di pergoki
mas Aries. Mas Mantri membalik kembali tubuh ku hingga membelakanginya,
dan bertumpu pada meja dapur dan ….sleppp… dia memasukan Penisnya ke
Vagina ku…”enghhh..enak masss…” kata ku tanpa sadar… sambil menggenjot
diriku tangannya meraba dan meremas2 buah dada ku.. rasanya nikmatt
sekali… aku takut di pergoki suami ku tapi anehnya justru itu semakin
membuatku bergairah di perlakukan seperti ini…pakaianku sudah berantakan
letaknya bagian bawahnya sudah tersibak hingga ke atas.. sedangkan
bagian bawahnya terbuka sebagian mengekspos dadaku yang kenyal…
Akhirnya aku sudah seperti tidak sadar dan mulai ikut bergoyang
mengikuti irama goyangan mas Mantri, hingga, “masssss…aughtttttt….aku
keluar…..” dan saat yang hampir bersamaan mas Mantri juga semakin
kencang memompa… saya tahu dia juga hampir klimaks…dan tiba tiba dia
merengkuh diriku kuat kuat dan crot crot…. dia klimaks di dalam vagina
ku….
“ah.. benar benar nikmat… hari ini kamu penurut sekali”kata mas Mantri.
Aku seolah tersadar segera berdiri dan merapikan bajuku..dan hendak
mengambil tissue untuk mengelap sperma yang mengalir keluar dari
selakangan ku.. tapi tiba tiba”Jangan…. tidak usah di lap…”aku menoleh
karena terkejut….itu suara mas Hari… sejak kapan dia ada di sini… terus,
mas Aries dimana….
“Suami mu sudah tidur..soju nya tadi aku campur obat tidur….sekarang
saatnya kita bermain…”katanya seolah menjawab pertanyaan ku tadi…tapi
aku bukannya tenang malah semakin gemetaran…”baju kamu berantakan…lepas
saja…pakai ini saja…” katanya mas Mantri sambil melemparkan celemek yang
biasa di pergunakan untuk memasak. Aku benar benar terperangah… mereka
sekarang benar benar gila….dirumah ku sendiri.. saat ada mas Aries…
bahkan mas aries pun mereka kerjai….Aku tidak sanggup menahan tangis
ku…aku hanya memandang celemek yang mereka berikan.. jika harus aku
kenakan celemek itu begitu kecil….hanya menutupi sedikit bagian depan
tubuh ku, bahkan tidak bisa untuk menutupi ke dua buah dada ku yang
sedikit besar…sedang dibagian bawah juga sangat pendek…dan terutama
bagian belakang terbuka seluruhnya hanya sedikit tali di pingang dan
leher…Tiba tiba plakkk… pipiku terasa sangat panas di tampar oleh mas
Hari.. aku sedemikian terkejutnya sehingga mata ku berkunang kunang…
“pakai kalau nggak saya gampar lagi mau…? “. bentaknya dengan suaranya
yang menyeramkan.. aku pun bergegas melepas pakaian ku dan mengenakan
celemek itu…”sekarang buatkan kami teh … saya tidak pakai gula sedang
Mantri pakai gula” katanya..”Kami tunggu di ruang tamu..” kata mas
Mantri “tidak usah khawatir suamimu sudah tidur..” setelah berbicara
seperti itu mereka pun pergi meninggalkan saya di dapur seorang diri
dengan tubuh yang gemetaran memikirkan keadaan diriku sementara suamiku
walau dalam keadaan terbius ada juga disana.
Kemudian saya membuatkan mereka teh di cangkir dan membawanya kemereka
di ruang tamu dengan tubuhku yang hampir bugil dan sedang gemetaran…aku
melirik ke sofa kami dan kulihat suami ku tertidur pulas dengan wajahnya
yang seperti tanpa dosa dan sebelah kakinya terjuntai kebawah..air mata
menetes di pipi ku “maafkan aku mas…”
Aku menaruh kedua cangkir di hadapan mereka “yang mana punya saya”kata
mas Hari..”yang kiri punya mas Hari yang kanan punya mas Mantri”
kataku..plakkkk..tiba tiba sekali lagi mas Hari menamparku. Aku demikian
terkejut sehingga jatuh terjengkang kebelakang..”panggil saya Tuan
Hari..dan ini tuan Mantri… Jangan coba coba kurang ajar ya…” aku
langsung menangis tapi Mas Hari hampir saja menamparku lagi…”jangan
menangis kalau tidak mau saya tampar “katanya..Kemudian dia mengeluarkan
dua buah anting anting yang masing masingnya memiliki bel kecil..dia
menarik putingku dan memasangkan anting anting itu di puting ku. Aku
lihat mas Mantri mengeluarkan handycam dan merekam kami..
Mas Hari mengeluarkan seutas tali dari tasnya dan mulai mengikat diriku
sedemikian rupa sehingga bahkan buah dadaku terijepit tali itu sehingga
menjadi mencuat dan dia juga mengikat tangan ku siku bertemu siku lalu
rambut ku juga diikat dan di tarik kebelakang dan disatukan dengan
tanganku sehingga wajah ku menghadap keatas… rasanya sangat
sakit..kemudian sebatang tongkat diselipkan di belakang lututku dan
kakiku diikat sedemikan rupa sehingga menjadi mengangkang dan terlipat
kebelakang.tumitku disatukan dengan pangkal paha ku menggunakan tali di
belakang lutut di selipakan sebatang tongkat dari pipa. “akhh Tuan Hari
sakittt..” mendengar itu dia malah marah dan mendorongku jatuh sehingga
saat ini diriku menjadi menungging dengan kepala yang tertengadah.
“sakiiiitt…”aku melenguh..dia kemudian mengambil sebuah pipa lagi yang
lebih pendek sepanjang 20 senti dan menyelipkan di mulutku yang
dipaksanya untuk menggigit pipa kecil itu..dan kemudian dia mengikatnya
ke belakang kepalaku persis seperti tali kekang kuda..
Kemudian dia tersenyum puas memandang ‘hasil karyanya’ kemudian aku
lihat dia mengeluarkan sesuatu dari tas kecilnya dan ternyata itu adalah
penjepit kertas atau binder kertas dari logam..melihat itu aku haya isa
melotot ketakutan dan….”akhhhkkkk hakkiiiikk” aku memekik ketika bibir
sebelah kiriku dijepitnya… dan sekali lagi ‘akkkkhhkkk” aku kembali
memekik ketika dia menjepit yang sebelah kanannya… Kemudian ketika aku
sudah berkelojotan…dia seperti memandang puas…dan ketika rasa sakit
mulai hilang tiba tiba cetarrrr…. pantatku terasa sangat panas ternyata
dia mencambuk pantatku dengan menggunakan sisa tali yang ada…air mataku
mulai meleleh kali ini karena rasa sakit yg luar
biasa.ctarrrr..ctarrr…ctarrrr
Ketika aku sudah sangat kesakitan di tiba tiba mas Hari menghentikan
cambukannya..tiba tiba pantat ku terasa dingin ternyata mas Hari sedang
menyiram pantatku dengan semacam minyak licin yang dingin..Dia berputar
ke depan dan memperlihatkan aku sesuatu yang membuat diriku
bergidik…sebuah tongkat dari karet sepanjang 20 senti yang bentuknya
seperti kumpulan beberapa buah bola dari yang ujung paling kecil sebesar
kelereng sampai dipangkalnya sebesar bola bekel. Aku langsung tahu
niatnya dan…”akhhhh…” ternyata dia memasukannya kedalam anusku sampai
hampir habis dan menariknya kembali terus berulang ulang…anehnya itu
justru membuat sensasi aneh di diriku… walau sebenarnya sangat sakit.
Kemudian dia mendiamkan tongkat karet itu sehingga tingak tersisa
bonggol terakhirnya..
aku melirik kulihat mas Aries masih tertidur..wajahnya terlihat seperti tak ber dosa.. maafkan aku mas..
Mas Hari melepaskan ikatan rambut ke tangan ku, membalikan diriku
sehingga terlentang, melepaskan ikatan di kakiku dan mencabut pipa yang
terpasang di sela sela belakang lutut ku dan merubah ikatannya
sedemikian rupa sehingga saat ini mengangkang lebar memperlihat vagina
ku. Kemudian dia mengangkat diriku dan meletakan diriku diatas meja tamu
kami yang lebar. Aku melihat mas Hari mengeluarkan sebuah benda terbuat
dari logam berbentuk selinder sepanjang 20 cm dengan diameter 6 cm,
yang ternyata adalah sebuah vibrator…. dia kemudian menempelkan vibrator
itu di kemaluan saya… seolah saya tersengat kenikmatan….”ekkkhhhhhh…”
saya benar benar terguncang ternyata itu baru permulaan. mas hari
kemudian memasukan vibrator itu kedalam vagina saya …. vibrator itu
bergetar di dalam vagina saya dan memberi rangsangan hebat yang luar
biasa.”akhhhhh…” saya melenguh hanya itu yang dapat keluar dari mulut
saya yang diselipkan sebatang pipa…. saya melihat secara samar samar mas
Mantri yang sedang mengambil gambar saya dengan menggunakan handy cam…
dan mas Hari yang memandang saya dengan tersenyum…saya tidak dapat
membayangkan jika tiba tiba mas Aries bangun.
“akhhhhh..” kali ini saya benar benar mencapai kelimaks ….bukan hanya
vagina saya yang bergetar tapi seluruh tubuh saya berguncang hebat … mas
Hari dan mas Mantri tertawa… suara ku demikian kerasnya sehingga
tampaknya menggangu tidur mas Aries, dia bergerak sedikit dari tidurnya
dan melenguh kemudian kembali tertidur..Aku benar benar gemetaran
ketakutan ketika itu terjadi…
Mas Hari tiba tiba mencabut vibrator itu dan kemudian menutup mata saya
dengan penutup mata yang biasa aku gunakan kalau mau tidur. Aku benar
benar buta sekarang dan sangat ketakutan karena tidak bisa menebak apa
yang akan terjadi selanjutnya. Tiba tiba “akhhh…” aku hampir berteriak
ketika pnjepit yang sedari tadi ada di bibir vagina ku tiba tiba di
tarik lepas tanpa di renggangkan dahulu dan”akhhhh…” kembali yang
sebelahnya di tarik.. nafasku memburu jantungku berdetak kencang menduga
duga apalagi yang akan aku alami… begitu memburunya nafasku sampai
sampai bel kecil di puting ku berbunyi karena dadaku terguncang guncang.
Aku merasakan buah dadaku diremas kencang sehingga terasa sakit
kemudian aku merasakan sebuah benda hangat basah menelsuri tubuhku mulai
dari dada kemudian turun keperut ternyata itu adalah lidah seseorang
yang aku tidak tahu apakah itu lidah mas Hari atau mas Mantri…. kemudian
saya merasakan orang itu memasukan penisnya dan memompa penis itu kuat
kuat sehingga aku terguncang guncag menyebabkan bel kembali berbunyi di
kedua putingku. orgasme kembali terjadi aku benar benar menikmatinya
kali ini mereka melakukannya dengan sedikit berbeda penis itu terasa
lebih nikmat dari sebelumnya…. tidak berapa lama orang itu mencapai
klimaksnya dan crottt…crottt… membasahi wajah ku yang tertutup bagian
matanya….kemudian beberapa saat segalanya menjadi sunyi.. aku merasakan
semua ikatan ku dilepas dan penyumpal mulut ke juga dilepas..begitu juga
tongkat karet aneh di pantatku… tubuh ku tiba terasa dibalikan dan
dipaksa menungging dan ‘akhhhhh …. ” aku merasakan ada yang menyetubuhi
dari belakang ….dia begitu kasarnya memompa diriku sehingga diriku
terasa terguncang guncang… aku merintih dan melenguh hampir diluar sadar
ku dan tiba tiba saja penutup mata ku di lepaskan… aku begitu terkejut
ketika mendapati wajahku begitu dekatnya, hanya berjarak satu jengkal
dengan wajah suami ku yang tertidur di sofa…. padahal tadi lenguhan dan
eranganku begitu kerasnya… aku kembali menagis…
Saya baru menyadari ternyata yang sedang menyetubuhiku adalah mas
Mantri… dia memompa diriku demikian kerasnya sehingga hampir hampir
wajahku menabrak wajah suamiku yang tertidur pulas… akhirnya crotttt
crott…. mas Mantri berejakulasi di atas punggungku…
Aku kemudian terbaring lemah demikian juga kulihat mas Mantri…..:”Suami
kamu masih lama baru bangun sebaiknya kita jalan jalan dulu” kata Mas
hari…sambil menendang pantat ku …aku hendak protes tapi..”jangan banyak
macam kamu apa kamu pilih saya bangunkan suami kamu” katanya.. aku pun
bangun
Aku lihat mas Mantri juga sudah mengenakan pakaiannya mereka memberikan
aku jubah ku…yang panjangnya hanya sedikit diatas lutut dan tanpa
kancing hanya ada tali pinggang… aku sudah mulai terbiasa berjalan ke
tempat umum dengan pakain ini … tapi kali ini ada yang lain.. mereka
memberikan ku celana dalam ku… aku sedikit terkejut dan terbesit rasa
gembira bahwa mereka mengizinkan ku mengenakan celana dalam.. tapi
ternyata kegembiraanku hanya sesaat… ternyata mas Mantri kemudian
memasukan vibrator logam tadi kedalam vagina ku ….dan celana dalam itu
hanya menjaga agar vibrator itu tidak terjatuh…. tapi vibrator itu
berukuran cukup besar sehingga menyebabkan vaginaku penuh…mas Hri
mencoba menyalakan vibrator itu menggunakan remote yang
dibawanya….ternyata vibrator itu bisa dinyalakan dengan remote… dia
menyuruh ku berdiri dengan jarak lima meter… dan akhhh aku terhenyak
kaget dan beguncang ketika vibrator itu bergetar dalam vaginaku…
kemudian dia mematikannya kembali dan menyalakannya kembali terus
begitu…. beberapakali sampai akhirnya dia benar benar mematikannya
“Ayo sambil menunggu suami kamu bangun kita jalan jalan”….. kata mas
Hari… aku hanya bisa menuruti mereka….aku tidak bisa membayangkan apa
yang akan terjadi nanti……